Ada Suara Gemuruh di Dalam Tanah, Dikhawatirkan Ada Longsor Susulan di Ponorogo

redaksi.co.id - Ada Suara Gemuruh di Dalam Tanah, Dikhawatirkan Ada Longsor Susulan di Ponorogo Hasil pengamatan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional menyatakan, bencana...

61 0

redaksi.co.id – Ada Suara Gemuruh di Dalam Tanah, Dikhawatirkan Ada Longsor Susulan di Ponorogo

Hasil pengamatan tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional menyatakan, bencana longsor susulan bisa terjadi lagi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Pasalnya, tim menemukan retakan tanah tidak jauh dari titik longsor awal di lokasi bencana.

“Tadi saya keliling ke sana (di dekat titik awal longsor, Red). Di situ Ada retakan sepanjang 60 meter tetapi sudah tertutup kembali. Makanya di daerah ini masih berpotensi longsor. Apalagi kemarin dan tadi malam hujan serta ada suara gemuruh dan ledakan-ledakan di dalam tanah,” ujar Ketua Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional, Heri Purnomo di lokasi bencana, Senin ( 3 / 4 / 2017).

Heri mengatakan, tiga hari sebelum terjadi longsor di Banaran juga terdengar suara gemuruh serupa. Dan malam sebelum terjadi longsor suaranya semakin sering.

Menurut Heri, suara gemuruh itu merupakan gesekan di dalam tanah. Hanya saja, gesekan dan geseran tanah itu tetapi tidak menimbulkan kenampakan di luarnya.

FOTO: Ketua tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nasional, Heri Purnomo memberikan keterangan usai mengamati lokasi bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin (3/4/2017).Muhlis Al Alawi

“Kalau di dalamnya bidang lincirnya sudah mulai bergeser hingga menimbulkan suara itu,” jelas Heri.

Heri mengaku heran lantaran masih banyak petani yang beraktivitas di ladang kendati seluruh bukit di sekeling lokasi bencana masuk kategori zona merah.

Untuk relokasi, kata Heri, tim sudah mengecek kondisi tanah di sekitar lokasi bencana. Hasilnya tidak ada yang aman lagi untuk dimukimi warga.

“Untuk itu kami sepakat nunggu dari Pemkab Ponorogo menunjuk lokasi relokasi. Selanjutnya kami akan menyurvei aman tidaknya dihuni. Jangan sampai nanti sudah ditetapkan ternyata potensinya longsorannya besar,” ucapnya.

Senada dengan Heri, tim Kaji Cepat UGM juga mengisyaratkan adanya potensi longsor di lokasi bencana. Tim yang dipimpin Bagus Bestari Kamarullah itu menemukan adanya retakan tanah pada sisi kiri dan kanan titik awal longsor.

“Kami melakukan pengamatan tidak saja pada titik yang sudah terjadi. Tetapi juga potensi lanjutan apakah ada potensi di kemudian hari. Dan kami mendapati ada retakan di kiri dan kanan dari luncuran yang sudah ada,” kata Bagus.

Timnya juga mendapati material yang meluncur belum padat seluruhnya. Apabila curah hujan tinggi dan resapan air cukup tinggi maka dikhawatirkanmenyimpan potensi longsor. Tak hanya itu, tim menemukan kubangan air. Bila tidak diambil tindakan maka pada struktur tanah belum padat bila dibiarkan menggenang tinggi bisa berpotensi banjir bandang.

“Jadi ada potensi bencana susulan yang harus diambil tindakan secepatnya,” tutur Bagus.

Penulis: Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi

Editor: Erlangga Djumena

Copyright Kompas.com

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!