Empat Desa Krisis Air Bersih Setelah Bencana Longsor Ponorogo

redaksi.co.id - Empat Desa Krisis Air Bersih Setelah Bencana Longsor Ponorogo Warga Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo kesulitan air bersih setelah terjadi bencana longsor di Desa Banaran...

48 0

redaksi.co.id – Empat Desa Krisis Air Bersih Setelah Bencana Longsor Ponorogo

Warga Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo kesulitan air bersih setelah terjadi bencana longsor di Desa Banaran pada Sabtu (1/4). Penyebabnya, karena dua bak penampungan air besar di dusun Tangkil tertimbun tanah dari longsoran Bukit Gede. Sudah empat hari, warga di empat desa di Kecamatan Pulung kesulitan air bersih.

“Baknya tertutup tanah, pipa airnya juga rusak. Warga sekarang berusaha mencari air bersih ke desa lain yang tidak terganggu,” tutur Sekretaris Desa Wagir Kidul, Susanto kepada Republika.co.id pada Selasa (4/4).

Empat desa yang terganggu air bersih itu adalah Desa Banaran, Desa Wagir Kidul, Desa Desa Tegal Rejo, dan Desa Bedrug. Menurut Susanto, untuk mendapatkan air bersih itu warga menggali lagi sumur tua yang berada di tiap dusun. Selain itu, warga juga harus berjalan kaki dengan jarak 3 kilometer ke sumber mata air di Dukuh Bangun sari, sementara sebagian warga lainnya mencari air di Desa Bareng yang tak terganggu pasokan airnya.

“Kemarin Senin hujan turun warga juga memanfaatkan dengan menampung di rumah-rumah,” tuturnya.

Sementara itu, tim tanggap darurat bencana longsor kembali melanjutkan proses pencarian korban di tiga sektor di Desa Banaran. Dari 28 korban yang dinyatakan hilang, baru tiga korban yang berhasil ditemukan. Ketiganya ditemukan sudah tak bernyawa, tertimbun tanah longsor, mereka adalah Katemi (65 tahun), Danu Setiawan (28 tahun), dan Sunadi (40 tahun). Sementara itu, korban selamat sebanyak 200 jiwa masih berada di posko pengungsian di Kelurahan Banaran.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!