Ternyata Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat Kecelakaan, Begini Caranya!

redaksi.co.id - Ternyata Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat Kecelakaan, Begini Caranya! Guys, masih ingat game tetris?Bagi generasi 90-an, mainan ini sangat familiar.Di luar negeri, ternyata...

43 0

redaksi.co.id – Ternyata Main Tetris Bisa Cegah Trauma Akibat Kecelakaan, Begini Caranya!

Guys, masih ingat game tetris?

Bagi generasi 90-an, mainan ini sangat familiar.

Di luar negeri, ternyata permainan ini bisa menjadi pengobatan.

Tentris menjadi terapi untuk mencegah gejala gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Studi terbaru mengatakan, terapi Tetris yang dilakukan pada korban kecelakaan kendaraan cukup membantu untuk menenagkan diri beberapa jam pasca kejadian.

Studi ini dilakukan pada para korban yang sedang menunggu pengobatan di rumah sakit dan bagian gawat darurat.

Para peneliti meminta sepatuh pasien untuk secara singkat mengingat kejadian itu dan kemudian bermain tetris.

Mereka diminta untuk mengatur balok-balok tersebut selama 20 menit.

Sedangkan kelompok lain diberikan tugas untuk menyelesaikan aktivitas menulis.

Dan Penelitian dari Karolinska Institute di Swedia dan University of Oxford ini menemukan kalau pasien-pasien yang main tetris memiliki gangguan memori yang lebih sedikit.

Mereka mengalami gangguan yang disebut sebagai flashback seminggu setelah kejadian.

Tetris memberikan terapi bentuk, gerakan, dan warna yang dapat diserap oleh ingatan yang dapat memberikan memori visual, kata Emily Holmes, seorang psikolog dan profesor di Karolinska Institute.

Percobaan juga dikakian untuk permainan lain, namun tidak menunjukkan hasil yang sama.

Para peserta yang memainkan tetris mengaku kalau saat bermain game ini pikiran mereka serasa diblok.

Holmes mengatakan hal ini dapat terjadi “dengan mengganggu sebuah proses yang dikenal sebagai konsolidasi memori”

memori mengganggu adalah salah satu gejala utama dari PSTD.

Dimana gangguan kecemasan seperti itu terjadi pada satu dari empat orang yang mengalami kecelakaan.

(red/oudlon/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!