Pikir dengan Matang sebelum Menggunakan KTA untuk Hal Berikut

redaksi.co.id - Pikir dengan Matang sebelum Menggunakan KTA untuk Hal Berikut Kredit Tanpa Agunan (KTA) bisa menjadi di masa sekarang ini. Pengajuannya yang sangat mudah dan...

54 0

redaksi.co.id – Pikir dengan Matang sebelum Menggunakan KTA untuk Hal Berikut

Kredit Tanpa Agunan (KTA) bisa menjadi di masa sekarang ini. Pengajuannya yang sangat mudah dan cepat, Anda hanya perlu melengkapi dokumen persyaratan KTA dari produk bank yang Anda inginkan, lalu melakukan maupun offline, dan KTA akan cair setelah melalui proses review dari bank.

Kelebihan lainnya, KTA menawarkan suku bunga flat, artinya besaran cicilan perbulannya tidak akan bertambah. Jumlah pinjaman yang bisa didapatkan juga lumayan besar mencapai Rp300 juta. Namun, hal yang perlu disadari bahwa saat menggunakan KTA itu artinya Anda berutang ke bank.

Tidak perlu risau dengan berutang di bank sebab pada dasarnya utang bisa berfungsi secara positif jika digunakan untuk pemenuhan kebutuhan hidup secara benar. Artinya, Anda disarankan paham betul kapan sebaiknya menggunakan KTA dan tidak. Berikut ulasan jenis pembayaran yang sebaiknya Anda pertimbangkan dulu sebelum menggunakan KTA.

down payment via shutterstock.com

Pembelian kebutuhan tersier dengan nilai yang mahal seperti kendaraan bermotor, rumah, apartemen kini sudah dimudahkan dengan adanya sistem kredit. Namun, untuk pengajuan kredit dibutuhkan pembayaran uang muka terlebih dahulu sebelum mencicil sisa pembayarannya. Jumlah uang yang dibutuhkan untuk uang muka cukup besar. Terkait ini, Bank Indonesia telah mengatur uang muka minimal 15% untuk KPR dan 20% untuk pembelian motor dan mobil.

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan membayar uang muka kebutuhan seperti ini?

Jawabnya, pembayaran uang muka dengan KTA akan menyebabkan beban utang Anda bertambah. Sebagai contoh, untuk pembelian rumah seharga Rp500 juta, dibutuhkan uang muka Rp75 juta. Uang muka ini Anda akan pinjam melalui KTA. Dampaknya, utang Anda menjadi double, sebab Anda harus membayar cicilan KPR sekaligus cicilan KTA.

Berbelanja merupakan hal yang lumrah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, ada juga yang berbelanja untuk sekadar memenuhi keinginan sesaat karena tergoda dengan apa yang dijual. Tujuan yang terakhir ini mengakibatkan seseorang berbelanja secara berlebihan dengan tidak memikirkan apakah uang yang dimiliki cukup atau tidak.

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan untuk belanja gadget terbaru berharga mahal?

Jawabnya, menggunakan KTA untuk berbelanja hal-hal yang berdasarkan hastrat keinginan hanya akan membuat utang Anda menumpuk. Bijaklah! Pikirkan lagi konsekuensinya yang berupa tagihan KTA yang harus dibayar perbulan berikut bungannya. Ini akan mengurangi penghasilan perbulan yang diterima. Memang dengan begitu barang-barang bergengsi seperti handphone seri terbaru, baju, tas, sepatu dan berbagai barang-barang branded lainnya.

perabot rumah via shutterstock.com

Mengisi rumah dengan berbagai macam perabotan rumah memang memberi kepuasaan tersendiri. Terlebih, bagi Anda yang baru menikah dan tinggal di rumah baru. Keinginan untuk mengisi atau merenovasi rumah dengan berbagai macam perabot mulai dari furnitur hingga alat-alat elektronik rumah tangga tentunya membutuhkan biaya. Besaran biaya yang dikeluarkan bervariasi, semakin bagus kualitasnya maka semakin mahal pula harganya.

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan untuk membeli perabot rumah?

Jawabnya, Sebaiknya dipikirkan dua kali sebab pengeluaran ini bisa bernilai konsumtif jika Anda sudah memiliki perabot/furniture yang masih berfungsi dengan baik. Mempercantik hunian Anda itu sah-sah saja asalkan Anda memiliki dana yang cukup tanpa harus menggunakan KTA, kecuali kebutuhan Anda untuk hal ini sudah sangat mendesak.

Liburan memang menjadi sarana untuk menyegarkan pikiran bagi setiap orang setelah letih dengan rutinitas kerja sehari-hari. Banyak tempat wisata pilihan yang menawarkan berbagai pesona menarik untuk dikunjungi baik di dalam maupun luar negeri. Namun, perlu diperhatikan pengeluaran yang dihabiskan untuk berlibur apakah dana itu dana hasil tabungan atau pinjaman?

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan untuk berlibur?

Jawabnya, saat Anda tergoda untuk liburan dan tidak memiliki dana lalu mengajukan KTA untuk biaya liburan. Hal ini wajar, tetapi pikirkan juga tagihan beserta jumlah bunga yang akan dibayar seusai liburan.Tujuan berlibur untuk refreshing bukan untuk pusing karena utang setelahnya.

membayar utang via shutterstock.com

Utang memang wajib untuk dilunasi karena biasanya akan ada risiko bagi debitur jika tidak segera melunasinya. Jangka waktu pelunasan utang memang tidak bisa ditentukan, tergantung dengan kesepakatan antara debitur dengan kreditor.

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan untuk membayar utang?

Jawabnya, Pahami jika penggunaan KTA saja sudah termasuk utang, lalu Anda berniat untuk membayar utang dengan berutang kembali. Alih-alih melunasi utang, sebenarnya tidak ada utang yang lunas. Anda hanya memindahkan satu utang ke utang lainnya, ibaratnya hanya berpindah tempat berutang dari tempat A ke tempat B. Hal seperti ini tidak disarankan.

Mengadakan pesta pernikahan yang mewah dan meriah memang dambaan setiap orang, namun harus dipikirkan juga berapa biaya yang harus dihabiskan untuk sekedar membuat pesta mewah hanya untuk sehari semalam.

Lantas apakah KTA pas untuk digunakan untuk membiayai pesta mewah?

Jawabnya, bijak dalam menggunakan KTA. Apabila mendesak dan sangat dibutuhkan untuk biaya pesta pernikahan, maka Anda bisa memperhatikan besaran pinjaman yang akan diajukan. Serta kesanggupan besaran cicilan yang akan dibayarkan kelak. Jangan sampai setelah menikah, Anda pun akan disibukan dengan utang-utang yang harus dibayar.

Dengan adanya fasilitas KTA memang memudahkan Anda mendapatkan pinjaman tanpa perlu memberikan jaminan. Bagaimanapun juga penggunaan KTA harus disikapi dengan bijak. Gunakanlah KTA sesuai kebutuhan, jangan tergoda untuk menggunakan KTA untuk membiayai hal-hal yang bersifat sangat konsumtif agar Anda terbebas dari belenggu utang tidak produktif.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!