Kata Menhub soal Sanksi kepada Lion Air

redaksi.co.id - Kata Menhub soal Sanksi kepada Lion Air Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan teguran yang diberikan kepada maskapai Lion Air atas serentetan kejadian belakangan...

58 0

redaksi.co.id – Kata Menhub soal Sanksi kepada Lion Air

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan teguran yang diberikan kepada maskapai Lion Air atas serentetan kejadian belakangan ini sudah proporsional.

Hukuman yang terlalu berat terhadap maskapai dinilai hanya akan merusak iklim industri penerbangan.

“Kalau kami hukum dengan menghapus rute atau sejenisnya, bisa dibayangkan industri penerbangan akan bermasalah,” ujar Budi Karya di komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Menurut Budi, Lion Air harus mengubah cara operasionalnya menjadi lebih baik. Karena itu Kementerian Perhubungan harus bersabar membina maskapai tersebut.

“Kita ingin satu stakeholder yang sudah melayani masyarakat, industri, investasi yang sudah ada akan kita bina agar mereka menaikkan level of service,” ungkap Budi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi sempat memanggil manajemen maskapai Lion Air untuk memberikan klarifikasi terhadap dua hal, yaitu tingkat pelayanan yang makin menurun, dengan indikasi sering terjadinya keterlambatan dan komitmen terhadap pemenuhan ketentuan tentang keselamatan dan keamanan penerbangan, dengan adanya ceceran avtur dari sayap pesawat Lion Air di Bandar Udara Juanda Surabaya.

Lion Air diminta menata ulang indeks perbandingan set aircrew dengan pesawat, yaitu minimal 1:3,5, harus menambah pesawat cadangan (standby) untuk menggantikan pesawat yang rusak, membuat manajemen aircrew yang lebih baik sehingga jadwal rotasi kru pesawat tidak melampaui jam kerja dan kru pesawat sudah siap saat penumpang mulai masuk pesawat dan menyediakan unit customer care pada setiap bandara untuk menampung keluhan penumpang Lion Air Yang mengalami masalah dalam penerbangannya.

Kemudian, Lion Air diberikan waktu tenggat dua bulan untuk menyelesaikan komitmennya.

Managing Director Lion Group Daniel Putut menambahkan pihaknya juga berkomitmen menaikkan indeks perbandingan set aircrew menjadi 1:5. Juga akan menambahkan pesawat cadangan dan menyiapkan pesawat wide body A330-200 dan B747-400 di beberapa kota yang banyak penerbangan Lion Air.

Lion juga akan meningkatkan frekuensi investigasi, komunikasi dan koordinasi dengan pabrikan pesawat dari satu bulan menjadi satu minggu sekali. Sedangkan terkait pelayanan penumpang, manajemen Lion menyatakan akan memperbaiki unit customer care sesuai PM 89 tahun 2015. Serta akan membuat unit tim pengaduan di setiap bandara.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!