BBM Euro IV Jangan Dijual Mahal ke Konsumen!

redaksi.co.id - BBM Euro IV Jangan Dijual Mahal ke Konsumen! Masih soal Euro IV, Pertamina sebelumnya mengatakan kalau harga bensin berkualitas yang memenuhi standar emisi baru,...

52 0

redaksi.co.id – BBM Euro IV Jangan Dijual Mahal ke Konsumen!

Masih soal Euro IV, Pertamina sebelumnya mengatakan kalau harga bensin berkualitas yang memenuhi standar emisi baru, kemungkinan besar lebih mahal dari yang ada, alias naik. Ini yang dianggap bakal jadi masalah ke depan, apakah masyarakat Indonesia siap? Pasalnya masyarakat dalam negeri cukup terbaca belum sadar soal kualitas, dan lebih pilih harga.

Namun di sisi lain, Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) punya pandangan berbeda. Dari aspek harga, kata Safrudin, sesungguhnya harga BBM dengan standar Euro IV malah seharusnya bisa tidak lebih mahal dari yang ada.

Dirinya coba membandingkan dengan negara lain, yang memiliki kualitas bahan bakar minyak (BBM) bagus, dengan harga yang tidak jauh berbeda, berdasarkan patokan harga Mean Oil Platts Singapore (MOPS) atau Cost of Goods Sold (Harga Pokok Penjualan/HPP).

FOTO: Pertamina resmi stop produksi Pertamax Plusdok. Pertamina

Australia misalnya, bisa mendapatkan harga MOPS bensin Rp 5.080 per liter dengan RON 95 sulfur 10 ppm (standard Euro VI), Malaysia Rp 5.400 per liter RON 95 Sulfur 50 ppm (standard Euro IV). Jika merujuk pada BBM Malaysia (simulasi), ditambah PPN 10 persen, Fuel Tax 5 persen, Alpha 10 persen, maka harga jual bensin di Indonesia menjadi Rp 6.750 per liter, tutur Safrudin kepada KompasOtomotif, Rabu (5/4/2017) .

Jika dari harga tersebut dijual oleh Pertamina di angka Rp 7.000 per liter, mereka sudah meraup keuntungan dan tidak memberatkan masyarakat. Kalau tidak ada praktik yang aneh-aneh, maka tak ada konsekuensi biaya dalam mengonversi BBM ke standar Euro IV, ucap Safrudin.

Bahkan, Safrudin merekomendasikan untuk me-reformulasi kebijakan harga secaa transparan, sehingga tercipta harga yang proporsional, antara harga dan kualitasnya. Jika tidak maka bisa menjadi indikasi kalau pemerintah bertahan dengan melakukan kebohongan publik, yang menjurus pada dugaan manipulasi.

Jika mengacu pada harga terakhir yang dirilis Pertamina 5 Januari 2017, Pertalile (RON 90, Sulfur 500 ppm) Rp 7.350, Pertamax (RON 91, Sulfur 500 ppm Rp 8.050, serta Pertamax Turbo (RON 98, Sulfur 300ppm) Rp 9.050.

Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri

Editor: Agung Kurniawan

Copyright Kompas.com

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!