Kenali Reksadana Syariah, Cara Kerja, Dan Keuntunganya

redaksi.co.id - Kenali Reksadana Syariah, Cara Kerja, Dan Keuntunganya Dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di Dunia, Indonesia menjadi target pasar paling potensial untuk produk berbasis syariah....

35 0

redaksi.co.id – Kenali Reksadana Syariah, Cara Kerja, Dan Keuntunganya

Dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di Dunia, Indonesia menjadi target pasar paling potensial untuk produk berbasis syariah. Hal ini dimulai dari semakin tingginya animo masyarakat terhadap perbankan syariah, salah satu indikatornya adalah makin syariah, bukti bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk berbasis ekonomi syariah makin hari semakin tinggi.

Salah satu investasi syariah yang kian hari kian digandrungi masyarakat adalah reksadana syariah. Reksadana syariah adalah jenis investasi di mana keseluruhan prosesnya memenuhi syarat halal. Pada reksadana syariah ini, dikenal beberapa istilah seperti masyarakat sebagai pemilik modal, yang biasa disebut dengan istilah rabb al-mal/shabib al-mal yang akan menyetorkan dana serta dikelola oleh wakil pemilik modal, yang bertindak sebagai rabb al-mal tersebut.

Mengingat betapa berkembangnya reksadana syariah ini, serta banyaknya keuntungan yang bisa dipetik oleh masyarakat maka mengulasnya menjadi satu hal yang sangat menarik. Artikel kali ini akan menyajikan seluk beluk reksadana syariah, termasuk cara kerja serta keuntungan apa saja yang bisa didapatkan bila berinvestasi lewat salah satu investasi berlabel halal ini. Apa saja? Simak ulasannya secara mendalam berikut ini.

Seluk Beluk dan Keuntungan Reksadana Syariah via shutterstock.com

Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memang telah cukup dan mapan dalam hal ekonomi, melakukan investasi merupakan satu rencana jangka panjang yang tepat untuk menjaga portofolio aset. Berbagai macam investasi bisa Anda teliti lebih jauh termasuk keunggulan dan kelemahannya, tak terkecuali juga reksadana.

Keunggulan utama dari reksadana syariah adalah, tidak perlu mempersiapkan dana besar untuk memulai investasi. Beberapa keunggulan reksadana syariah berikut ini layak untuk dipertimbangkan sebagai sebuah investasi yang menguntungkan dan halal tentunya.

Sama seperti reksadana lainnya, reksadana syariah bisa dibeli melalui APERD atau bisa disebut juga dengan Agen Penjual Reksadana. Besaran awal untuk membeli reksadana ini adalah sebesar 100 ribu rupiah, menariknya Reksadana Syariah ini juga bisa debei secara online.

Tak hanya mudah dari segi cara mendapatkannya. Reksadana syariah juga aman, bagaimana bisa begitu? Pertama karena sama dengan investasi reksadana konvensional dimana dana yang kita gelontorkan akan dikelola oleh manajer investasi sebagai orang yang paham bagaimana memutar dana tersebut, dan kedua tentu karena tak perlu khawatir dana kita akan hilang karena dana tersebut disimpan di bank custodian.

Investasi apapun punya yang namanya rentang waktu, mulai dari pendek, yang bertumbuh dalam perkiraan sekitar 1 tahunan, menengah antara 3 tahun atau lebih hingga yang jangka panjang untuk rentang waktu investasi jangka 5 tahunan, dan reksadana syariah ini adalah tergolong investasi jangka panjang.

Karena rentangnya yang tergolong panjang, maka tak heran bila pertumbuhannya bisa diandalkan untuk beragam kebutuhan yang perlu dibayari dalam jumlah besar. Seperti misalnya pendidikan anak-anak, membeli rumah atau kendaraan dan lainnya. Dengan pemikiran semacam ini maka berinvestasi melalui reksadana syariah tergolong aman sebagai bagian rencana keuangan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Bila Reksadana syariah telah diketahui mempunyai beragam keuntungan, tentu saja yang harus diketahui berikutnya adalah bagaimana cara untuk memulainya. Simak ulasannya berikut ini:

Mengenal Ciri dan Mekanisme Reksadana Syariah via shutterstock.com

Bila di waktu yang lalu pemikiran tentang investasi itu membutuhkan dana besar dan hanya bisa dilakukan oleh para big boss, kini tak lagi begitu. Investasi reksadana syariah ini. Hanya butuh modal yang tergolong kecil untuk memulainya, berkisar antara 100 ribu rupiah serta mudah untuk ditemukan di APERD (Agen Penjual Reksadana), bahkan bisa dibeli dengan cara online tentu bisa jadi sesuatu yang sangat menggiurkan. Tapi sebelum benar-benar memulainya, ada baiknya untuk mengenal ciri-ciri yang membedakan reksdanana syariah ini dengan reksadana konvensional.

1. Tercantum Dalam Daftar Efek Syariah

Tidak seperti reksadana konvensional yang tercantum dalam Daftar Efek Biasa. Reksadana syariah ini dikeluarkan langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui Daftar Efek Syariah (DES). Dalam DES ini dicantumkan nama dan jenis perusahaan yang telah dan bisa memperjualbelikan reksadana syariah, dengan demikian pemasukan yang akan diterima pemilik modal tentu bisa dipertanggungjawabkan kehalalannya karena perusahaan yang tercantum telah melalui verifikasi dari DPS.

2. Selain OJK Juga Diawasi DPS

Ciri reksadana syariah yang kedua tentunya adalah adanya DPS. Apa DPS ini dan apa saja tugasnya? DPS adalah singkatan dari Dewan Pengawas Syariah, ini adalah merupakan badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang bertugas untuk melakukan pengawasan terkait dengan beragam hal dalam fungsinya sebagai investasi syariah. Dimana tentunya menyangkut kehalalan dan lainnya. Tak hanya itu, sebagai kepanjangan tangan pemerintah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga hadir dan terlibat.

3. Ciri Paling Unik, Adanya Proses Cleansing

Proses cleansing dalam reksadana syariah ini membawa visi besar syariah. Proses cleansing di sini maksudnya adalah proses pembersihan dari hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari uang yang didapat selama proses investasi berlangsung. Oleh karena itu di sini fungsi DPS berperan. Dari proses cleansing ini, sebagian besar uang tidak langsung masuk kepada pemilik modal tetapi akan diarahkan pada hal-hal yang bersifat amal.

Dari ketiga aspek utama syariah ini, tentunya yang paling menarik dan harus dicermati lebih mendalam adalah adanya proses cleansing di dalamnya tersebut karena, setiap orang yang berinvestasi akan mengharapkan keuntungan yang sebesar-besarnya sebagai imbas dari investasi yang telah dikeluarkannya dengan cara yang halal.

Logo Halal via shutterstock.com

Dalam meluncurkan sebuah produk keuntungan tetap menjadi pijakan.Namun bagi produk syariah selain keuntungan, aspek halal dan berkah menjadi pijakan mutlak yang harus diperhatikan. Mekanisme untuk menjaga produk agar tetap halal, bersih dan berkah adalah proses cleansing. Tujuan proses cleansing salah satunya adalah menjaga dan melakukan proses pembersihan produk dari riba. Ini sangat mungkin terjadi. Bagaimana bisa demikian?

Riba bisa saja muncul saat dana dari hasil investasi yang mengendap di bank custodian dalam bentuk giro selama berapa waktu. Riba inilah yang menjadi fokus dari proses cleansing agar tidak termasuk dalam dana yang diterima oleh pemilik modal.

Tips Memulai Reksadana Syariah via marketers.com

Salah satu hal penting yang harus dipahami calon investor adalah jenis dari reksadana syariah yang bisa dipilih dan memilih rentang waktu investasi yang tepat. Mengapa demikian?

Alasan utamanya adalah pada saat mengeluarkan uang untuk investasi, uang yang dikeluarkan tidak akan bisa ditarik begitu saja. Ada rentang waktu dimana uang harus berputar, dalam hal ini dilakukan oleh manajer investasi. Tetapi meski sebagai pemilik modal, kita tidak perlu untuk terjun langsung mengawasi kondisi pasar, karena kita sudah menyerahkannya kepada manajer investasi profesional.

Tugas investor adalah memilih rentang waktu investasi reksadana syariah yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana keuangan yang telah dibuat. Berikut ini panduannya:

Investasi punya tujuan utama meningkatkan nilai aset yang kita miliki. Reksadana syariah lebih menjamin terpenuhinya nilai-nilai syariah yang aman dan halal dan tentu saja menguntungkan. Namun demikian, potensi risiko rugi bisa saja terjadi mengingat tidak ada investasi yag bebas dari risiko. Beberapa risiko kerugian yang bisa saja muncul diantaranya adalah ; adanya dampak dari perubahan sosio politik negara, keterlambatan pencairan, sampai yang terburuk manajer investasi kita melakukan wanprestasi.

Hal tersebut perlu dipahami calon investor baik produk konvensional maupun syariah. Oleh karena itu pastikan bahwa tujuan berinvestasi dengan sejelas mungkin, selanjutnya pastikan bahwa modal yang diputar adalah modal yang aman, dalam artian tidak mengganggu ekonomi keluarga.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!