Diterjang Badai Debbie, Kota di Selandia Baru Terendam Banjir

redaksi.co.id - Diterjang Badai Debbie, Kota di Selandia Baru Terendam Banjir Foto: Kota Edgecumbe di Selandia Baru yang kebanjiran akibat terjangan badai Debbie.AP/IndependentKapal-kapal cepat dan traktor...

75 0

redaksi.co.id – Diterjang Badai Debbie, Kota di Selandia Baru Terendam Banjir

Foto: Kota Edgecumbe di Selandia Baru yang kebanjiran akibat terjangan badai Debbie.AP/Independent

Kapal-kapal cepat dan traktor digunakan untuk menolong sekitar 2.000 orang di sebuah kota Selandia Baru yang tergenang banjir akibat dihantam topan Debbie.

Hujan disertai angin kencang mengakibatkan sungai di dekat kota Edgecum, Pulau Utara meluap dan mengakibatkan sebuah bendungan jebol. Alhasil, ratusan rumah dan tempat usaha di kota itu terendam air.

Tony Bonne, wali kota distrik Whakatane mengatakan, genangan air mencapai kedalaman satu meter dan kedalaman sungai di dekat kota itu mencetak rekor sepanjang sejarah.

Bonne mengatakan, sebelum bendungan Sungai Rangitaiki jebol, beberapa kebocoran sudah terlihat. Para pekerja sebenarnya sudah berusaha memperkuat struktur bendungan itu ketika akhirnya jebol.

“Beberapa orang sangat terkejut tetapi banyak yang menerima kenyataan ini sebagai bagian kekuatan alam yang tak bisa dikendalikan manusia,” ujar Bonne.

Bonne menambahkan, akan muncul pertanyaan terkait pengaturan aliran air di bendungan hidroelektrik di bagian hulu Sungai Rangitaiki sebelum bendungan itu jebol.

Menteri lokal Anne Tolley mengatakan, dia memahami bahwa pengelola bendungan telah membuka pintu air selama beberapa hari terakhir untuk mengantisipasi tingginya curah hujan.

Namun, Tolley menegaskan, dia tak memiliki keahlian teknis yang bisa menentukan apakah langkah yang diambil pengelola bendungan sudah cukup atau tidak.

Andy Best, seorang pakar meteorologi, mengatakan, sebuah stasiun pemantau cuaca mencatat curah hujan mencapai 191 milimeter dalam beberapa hari terakhir.

Jumlah sebesar itu, lanjut Andy, biasanya merupakan curah hujan selama dua bulan.

Hujan deras juga memengaruhi kota Kaikoura, di mana tanah longsor menutup satu-satunya jalan yang menuju ke kota itu.

Padahal, akses ke kota itu sudah sangat sulit sejak gempa bumi menghantam pada November tahun lalu.

Gempa itu mengakibatkan tanah longsor yang menutup rute lingkar utara menuju ke kota tersebut.

Editor: Ervan Hardoko

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!