Ekspor Batik dan Tenun Indonesia Tembus 151 Juta Dolar AS

redaksi.co.id - Ekspor Batik dan Tenun Indonesia Tembus 151 Juta Dolar AS Industri batik dan tenun di Indonesia berhasil menembus nilai ekspor 151 juta dolar AS...

49 0

redaksi.co.id – Ekspor Batik dan Tenun Indonesia Tembus 151 Juta Dolar AS

Industri batik dan tenun di Indonesia berhasil menembus nilai ekspor 151 juta dolar AS pada 2016. Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, hingga saat ini terdapat 369 sentra IKM tenun dan 101 sentra IKM batik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk meningkatan produktifitas dan daya saing industri batik dan tenun, Gati mendorong kemitraan antara IKM dengan industri tekstil dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku. Selain itu, kata dia, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi baru melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi.

Pada tahun ini, Direktorat Jenderal IKM telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk restrukturisasi mesin dan peralatan teknologi bagi industri kecil dan menengah.Demi mendorong agar lebih banyak lagi produk lokal yang memasuki pasar luar negeri, pemerintah juga memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) serta memfasilitasi pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Gati berharap, program-program tersebut dapat mendorong penumbuhan wirausaha baru sebanyak 5.000 unit dan pengembangan 1.200 sentra IKM pada tahun 2017. Kami menargetkan tahun 2019 akan mencapai 20 ribu wirausaha baru. Karena untuk menjadi negara industri yang maju, syaratnya jumlah wirausaha harus ada dua persen dari populasi penduduk, dan kita baru separuhnya, kata Gati, lewat keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (6/4).

Industri batik dan tenun termasuk dalam kategori industri kreatif yang telah ditetapkan sebagai salah satu fokus pemerintah. Kemenperin mencatat, industri kreatif menyumbang sekitar Rp 642 triliun atau 7,05 persen terhadap total PDB Indonesia pada tahun 2015. Kontribusi terbesar berasal dari sektor kuliner sebanyak 34,2 persen, fesyen 27,9 persen dan kerajinan 14,88 persen.

Selain itu, industri kreatif merupakan sektor keempat terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional, dengan kontribusinya mencapai 10,7 persen atau 11,8 juta orang.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!