Jonan: Izin Ekspor Freeport Hanya Sementara

redaksi.co.id - Jonan: Izin Ekspor Freeport Hanya Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyampaikan klarifikasi perihal kabar bahwa pemerintah memberikan IUPK (Izin Usaha...

46 0

redaksi.co.id – Jonan: Izin Ekspor Freeport Hanya Sementara

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyampaikan klarifikasi perihal kabar bahwa pemerintah memberikan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) sementara kepada Freeport McMoran. Ia menyampaikan bahwa istilah IUPK sementara tidak ada.”IUPK itu nggak ada yang sementara,” ujar Jonan saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 6 April 2017.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Pemerintah memberikan IUPK sementara kepada Freeport yang belum sepenuhnya patuh pada Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 2017 tentang ekspor konsentrat. Sebagaimana diatur dalam aturan tersebut, perusahaan pemegang Kontrak Karya harus berganti menjadi pemegang IUPK dan memiliki smelter apabila ingin melakukan ekspor konsentrat.

Freeport sudah memegang IUPK sejak Februari lalu. Namun mereka tidak sepenuhnya nyaman dengan status tersebut mendapat aturan pajak yang sifatnya prevailing (progresif). Walhasil, ketika kabar IUPK sementara beredar, muncul berbagai pertanyaan soal posisi Freeport ke depannya dan izin ekspor konsentrat mereka.Jonan menyampaikan, apa yang diberikan pemerintah kepada Freeport bukanlah IUPK sementara melainkan IUPK dengan izin ekspor sementara. Nah, izin ekspor sementara ini pun tidak berlaku tahunan, melainkan bulanan.

Jangka waktu dari izin ekspor sementara itu, kata ia, sekitar 8 bulan. Hal itu terhitung dari masa diberikannya IUPK kepada Freeport yaitu berawal Februari lalu dan berakhir Oktober nanti.

“Yang menjadi sementara itu selalu izin ekspornya. Tiap enam bulan, hal itu akan kami review,” ujar Jonan. Beberapa hal yang akan dikaji selama masa izin ekspor sementara itu, kata Jonan, adalah pembangunan smelter serta perundingan masalah perpajakan.Dengan adanya izin ekspor sementara itu, posisi Freeport di Indonesia dipastikan belum sepenuhnya aman. Jika dalam masa evaluasi tidak ada perkembangan dalam hal smelter maupun pajak, maka izin ekspor Freeport akan dicabut atau bisa kembali sebagai pemegang Kontrak Karya. “Kembali ke Kontrak Karya, ya tidak akan ekspor lagi,” ujar Jonan mengakhiri.ISTMAN MP

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!