Kota Tangerang Sayangkan Peraturan Menteri Tak Atur Ojek Online

redaksi.co.id - Kota Tangerang Sayangkan Peraturan Menteri Tak Atur Ojek Online Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Pemerintah Kota Tangerang akan menjalankan instruksi pemerintah pusat terkait...

60 0

redaksi.co.id – Kota Tangerang Sayangkan Peraturan Menteri Tak Atur Ojek Online

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Pemerintah Kota Tangerang akan menjalankan instruksi pemerintah pusat terkait angkutan transportasi berbasis aplikasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.”Siap saja, tapi kami mengalami kendala seperti kuota jumlah angkutan berbasis aplikasi belum terima,” kata Sachrudin, Kamis, 6 April 2017. Selain kuota, pihaknya menunggu tarif yang akan ditetapkan kepada penumpang. “Kami menyayangkan, kok, belum diatur sekalian tentang ojek online, maka kami coba bahas pengaturannya,” kata Sachrudin.

Menurut Sachrudin, ojek online perlu diatur, karena selain jumlahnya banyak, angkutan jenis itu telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan Pemerintah Kota Tangerang nantinya yang akan diatur bukan hanya ojek online, namun juga menata ojek pangkalan.”Pengaturannya nanti meliputi zona pelayanan ojek online dan ojek pangkalan, termasuk di dalamnya lokasi yang diperbolehkan untuk mangkal,”kata Saeful. Nantinya menurut Saeful substansi aturan meliputi larangan memarkir kendaraan bermotot di bahu dan badan jalan, halte, trotoar dan fasilitas pejalan kaki. “Termasuk juga larangan untuk menaikan penumpang dari terminal, ini berlaku baik ojek online dan pangkalan,” ujar Saeful. Sejauh ini, ujar Saeful, aturan tersebut masih dalam pembahasan di Badan Koordinasi Lalu-lintas (Bakorlantas).

Pengemudi ojek online, Hidayat, menyambut baik aturan yang sedang dibahas tersebut. “Akan lebih rapi, kami siap menyesuaikan dengan yang disiapkan pemerintah,” kata Hidayat.

Demikian pula dengan pengojek pangkalan, Riban, yang kerap mangkal tak jauh dari Pintu M 1 Bandara Soekarno-Hatta. “Yang penting mangkal di sini aman, tidak digusur. Kami siap saja kalau diatur lebih rapi,” kata Riba.

AYU CIPTA

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!