Aktivitas Pendakian di Gunung Agung Ditutup Sementara

redaksi.co.id - Aktivitas Pendakian di Gunung Agung Ditutup Sementara Aktivitas pendakian ke Gunung Agung untuk sementara ditutup selama rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura...

41 0

redaksi.co.id – Aktivitas Pendakian di Gunung Agung Ditutup Sementara

Aktivitas pendakian ke Gunung Agung untuk sementara ditutup selama rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Pendakian melalui Jalur Pengubengan Desa Besakih, maupun Jalur Pasar Agung, Desa Sebudi ditutup.

Komang Kayun, pemandu pendaki Gunung Agung mengatakan, aktivitas pendakian ditutup sejak Rabu (5/4/2017).

Rencananya akan dibuka kembali setelah karya usai.

Pendaki tidak diperbolehkan naik selama karya berlangsung. Selain itu, pemandu juga dilarang mengantar wisatawan ke gunung.

“Aktivitas pendakian kemungkinan sampai sebulan ditutup, sampai upacara di Besakih selesai,” ujar Komang Kayun.

Pria asal Temukus ini mengaku aktivitas pendakian ditutup untuk menghindari hal yang tak diinginkan selama upacara Ida Bhatara Turun Kabeh.

Misalkan saja, ada pendaki hilang, ataupun jatuh di Gunung Agung.

Sebelumnya, pernah terjadi pendaki yang hilang saat upacara Ida Bhatara Turun Kabeh.

“Intinya pendaki tidak diperbolehkan mendaki selama upacara. Ini sudah awig-awig (aturan) Desa yang dilakukan setiap tahun sekali. Prosesi upacara Ida Bhatara Turun Kabeh sudah dimulai,” tegas Kayun.

Aktivitas pendakian hanya bisa dilakukan oleh pemedek yang akan melakukan sembahyang ke Gunung Agung. Selain kegiatan tersebut, prajuru desa tidak memperbolehkan.

Ia berpesan, para pendaki dimohon permaklumannya sebagai bentuk penghormatan upacara besar tersebut.

Mantan Ketua Asosiasi Pendakian Gunung Agung itu berharap, selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, tak ada wisatawan lokal maupun mancanegara yang ngotot untuk mendaki.

Ini kata dia bisa menganggu para pemedek yang melakukan persembahyangan di sekitar Pura Besakih.

“Harapannya upacara Ida Bhatara Turun Kabeh berjalan sesuai yang diinginkan. Pemedek bisa khusyuk saat akan melakukan persembahyangan,” kata Komang Kayun.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!