Pesan di Balik Karakter Para Putri Disney

redaksi.co.id - Pesan di Balik Karakter Para Putri Disney CinderellaDisneySelama 80 tahun sejak sang puteri pertama "lahir", Snow White and the Seven Dwarfs, hingga kini Disney...

65 0

redaksi.co.id – Pesan di Balik Karakter Para Putri Disney

CinderellaDisney

Selama 80 tahun sejak sang puteri pertama “lahir”, Snow White and the Seven Dwarfs, hingga kini Disney sudah memiliki belasan puteri dengan kisah-kisah ajaibnya.

Ada Cinderella, Aurora, Ariel, Belle, Jasmine, Pocahontas, Mulan, Tiana, Rapunzel, dan Merida.

Managing Director of The Walt Disney Company in South East Asia, Robert Gilby, mengatakan bahwa para tokoh perempuan itu tak sekadar menyajikan cerita dongeng menarik, tetapi membawa pesan positif di baliknya.

“Nilai intinya adalah kebaikan, keberanian, kesetiaan, hasrat, dan tekad,” ujar Gilby dalam wawancara per telepon di kantor Disney Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Ia menambahkan bahwa dari dulu sampai sekarang di seluruh dunia termasuk Indonesia, selalu ada upaya agar para perempuan muda bisa jauh mengenal diri mereka sendiri sejak dini.

Berangkat dari situ, pihaknya pun memilih perempuan sebagai karakter utama dalam sebagian besar film-film Disney.

“Maka kami mencoba membuat karakter dan cerita yang bisa dihubungkan dengan kisah dongeng. Semacam karakter tokoh perempuan, sehingga dia bisa menginspirasi para gadis,” ujar Gilby.

Semangat tentang kebaikan, keberanian dan semacamnya itu bisa ditemukan pada karakter Belle dalam Beauty and the Beast (1991), Cinderella, Ariel dalam The Little Mermaid (1989) dan para puteri lainnya.

Tidak hanya untuk anak-anak dan perempuan zaman dulu, menurut Gilby, namun pesan itu juga masih bisa berlaku hingga sekarang.

“Saya pikir dunia modern berusaha untuk menemukan nilai yang menginspirasi para wanita generasi berikutnya untuk mengejar impian dan mencapai potensi mereka. Ini jadi peran yang sangat penting bagi kami,” ucapnya.

“Ini adalah kesempatan yang baik untuk menjadikan perempuan sebagai karakter utama dalam cerita kami,” kata Gilby lagi.

Penulis: Andi Muttya Keteng Pangerang

Editor: Kistyarini

Copyright Kompas.com

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!