Proyek empat waduk Rp 4,5 T ditawarkan ke China

redaksi.co.id - Proyek empat waduk Rp 4,5 T ditawarkan ke China Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan kerjasama pembangunan empat waduk bernilai investasi Rp...

64 0

redaksi.co.id – Proyek empat waduk Rp 4,5 T ditawarkan ke China

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan kerjasama pembangunan empat waduk bernilai investasi Rp 4,5 triliun ke China. Empat waduk tersebut adalah; Pelosika di Sulawasi Tenggara, Rokan Kiri di Riau, Jenelata di Sulawesi Selatan, dan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan.

Penawaran kerjasama pembangunan langsung dilakukan saat Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR menerima kunjungan Menteri Sumber Daya Air (SDA) China Chen Lei didampingi Duta Besar China untuk Indonesia Xie Feng pekan lalu. Basuki mengatakan, empat waduk ditawarkan karena memiliki potensi energi listrik yang besar.

Untuk Pelosika, waduk seluas 16.358 hektare yang diharapkan bisa menjadi sarana irigasi dan menyediakan air baku hingga 0,2 meter kubik per detik tersebut memiliki potensi energi listrik sampai dengan 21 megawatt. Waduk Rokan Kiri yang bisa digunakan untuk mengaliri daerah irigasi seluas 4.000 hektar memiliki potensi untuk digunakan sebagai pembangkit listrik dengan kapasitas 74,40 MW.

© Djumyati Partawidjaja Proyek empat waduk Rp 4,5 T ditawarkan ke China

Untuk Waduk Jenelata dengandaya tampung mencapai 223 juta meter kubik dan bisa menjadi sumber pembangkit listrik untuk daerah Gowa dan Kota Makassar. Dan Waduk Riam Kiwa dengan daya tampung 127 juta meter kubik dan bisa mengairi jaringan irigasi baru hingga 5000 hektar lahan, bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 2,7 MW. Jadi potensial sekali, katanya dalam sebuah pernyataan yang diterima Kontan pekan lalu.

Sementara itu, Chen Lei mengatakan, belum bisa memberikan jawaban atas tawaran Indonesia tersebut. China masih meminta waktu untuk mempertimbangkan dengan matang keikutsertaan mereka di proyek tersebut.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!