Jurus Kemtan stabilkan harga daging saat puasa

redaksi.co.id - Jurus Kemtan stabilkan harga daging saat puasa Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2017, Kementerian Pertanian (Kemtan) mulai mengupayakan berbagai persiapan untuk menjaga pasokan...

53 0

redaksi.co.id – Jurus Kemtan stabilkan harga daging saat puasa

Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2017, Kementerian Pertanian (Kemtan) mulai mengupayakan berbagai persiapan untuk menjaga pasokan dan harga daging sapi. Bukan tanpa alasan, permintaan komoditas satu ini bisa naik hingga 20% selama Ramadan dan Lebaran. Harganya pun kerap melonjak tajam, sehingga pemerintah perlu melakukan antisipasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemtan, I Ketut Diarmita meminta sejumlah stakeholder, seperti Perum Bulog, para importir, dan feedloter untuk menjaga pasokan daging sapi selama Ramadan dan Lebaran.

“Sudah ada pertemuan dengan mereka, diharapkan ada keseriusan dan komitmen untuk dapat menjaga pasokan daging selama April sampai Juni 2017 mendatang,” tutur Ketut, Minggu (9/4).

Terdapat tiga langkah strategis yang akan dilakukan Kemtan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga daging. Pertama, mendata para importir yang telah melakukan realisasi impor para bulan Mei dan Juni. “Para pelaku usaha dihimbau untuk melaporkan stok dan realisasi pemasukan setiap hari Kamis. Berlangsung sampai 30 Juni 2017,” terang Ketut.

Kedua, menghimbau para pelaku usaha feedloter untuk memotong stok sapi bakalan pada Mei dan Juni. Ketiga, melakukan Operasi Pasar (OP) selama bulan puasa dan Lebaran di pasar-pasar tradisional yang telah diusulkan dalam surat pernyataan saat mengajukan rekomendasi. Nantinya, akan ada laporan terkait realisasi penjualan atau distribusi daging sapi selama OP di bulan Ramadan.

Selain itu, kami juga meminta pemerintah daerah untuk menjamin ketersedian daging sapi atau kerbau lokal di wilayahnya melalui pengawasan stok dan pemotongan di RPH,” ungkap Ketut. Dengan berbagai upaya ini, harapannya, daging sapi bisa dijual dengan harga Rp 80.000 per kilogram (kg).

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!