Tidak Mau Dibilang Lamban Menyikapi Beras Palsu, Disperindagkop Kota Bekasi Langsung Sidak

BEKASI Redaksi.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi, melalukan sidak ke Pasar Mutiara Gading Mustika Jaya terkait temuan beras sintetis (beras palsu) di pasaran.

11 0

BEKASI Redaksi.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi, melalukan sidak ke Pasar Mutiara Gading Mustika Jaya terkait temuan beras sintetis (beras palsu) di pasaran.

Sebelumnya salah seorang warga Mustika Sari, Mustika Jaya Bekasi Dewi Septiani (32) mendapatkan beras yang dibelinya berbeda dari biasanya.

Beras yang disinyalir dibuat di Cina tersebut, beberapa waktu lalu telah beredar di India.

Menurutnya, dari informasi yang diketahuinya dari pemberitaan media online terkait beras plastik, Dewi menjelaskan kalau beras yang dimasaknya mirip dengan beras sintesis.

Mendapatkan laporan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop bersama pihak kepolisian, Kelurahan dan UPTD hari ini langsung memantau sekaligus melakukan pemeriksaan ke lokasi beredarnya beras berbahan sintesis.

Jika penemuan itu benar adanya, maka pihaknya akan melakukan upaya lebih lanjut , karena beras palsu sangat membahayakan masyarakat jika sampai dikonsumsi.

Herbert Panjaitan, Kabid Perdagangan Disperindagkop Kota Bekasi mengatakan, sidak tersebut dilakukan mengantisipasi dugaan peredaran beras sintetis di masyarakat.

“Tentu kami menindak lanjuti adanya beras palsu ini, karena ini sangat berbahaya, makanya saya memantau bersama dengan pihak kepolisian juga,” ujar Herbert.

Pantauan Redaksi.co.id, Selasa (19/05/2015), petugas kemudian melakukan sidak ke Pasar Mutiara Gading Tanah Merah, tempat diterima laporan masyarakat membeli beras dari salah agen beras tersebut.

“Saya tidak habis pikir, kenapa ada beras palsu, makanya saya akan mencari tahu ini semua, apakah dari distributornya langsung atau bagaimana,” kata Herbert kepada Redaksi.co.id.

Di lokasi, petugas membawa sample beras yang dimaksud untuk kemudian dilakukan uji laboratorium.

Herbert menambahkan bahwa, jika masyarakat mendapati beras palsu, tolong langsung dilaporkan kepihak kepolisin, jangan sampai ini menyebar luas ke semua daerah Bekasi.

Sampai berita ini ditulis, kejelasan mengenai beras palsu masih dalam pemantauan Disperindagkop Kota Bekasi bersama beberapa pihak terkait. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!