Tua-tua Keladi, 5 Pesohor Ini Memiliki Anak di Saat Usia Senja!

redaksi.co.id - Tua-tua Keladi, 5 Pesohor Ini Memiliki Anak di Saat Usia Senja! Pada awal April 2017 lalu, Doyok kembali dikaruniai seorang anak.Padahal usianya udah 62...

33 0

redaksi.co.id – Tua-tua Keladi, 5 Pesohor Ini Memiliki Anak di Saat Usia Senja!

Pada awal April 2017 lalu, Doyok kembali dikaruniai seorang anak.

Padahal usianya udah 62 tahun.

Usia Doyok boleh aja senja.

Tapi, sepertinya stamina pelawak yang udah kepala enam ini masih kuat.

Secara di usia tersebut, masih aja bisa memiliki anak.

Nggak hanya Doyok lho yang memiliki anak lagi di usia senja.

Beberapa pesohor Indonesia dan Dunia juga mengalami nasib yang sama.

Mereka mendapat karunia seorang anak di usia yang nggak muda lagi.

Melansir berbagai sumber, berikut TribunStyle.com merangkumnya:

1. Doyok

Doyok kembali memiliki anak di usia 62 tahun dari istri keduanya, Nova Fauzia, Rabu (5/4/2017).

Kedunya menikah pada tahun 2006.

Anak tersebut diberi nama Salman Dramun Ibrahim.

2. Ahmad Albar

Ahmad Albar (TribunStyle/kolase)

Ahmad Albar lagi berbahagia nih.

Rocker satu baru aja dikaruniai anak perempuan di usia 70 tahun.

Anak tersebut merupakan hasil pernikahan Ahmad Albar dengan istri keduanya, Dewi Sri Astuti, yang menikah tahun 2009.

3. Ki Daus

Tribunnews ()

Ki Daus nggak kalah menghebohkan publik di tahun 2012.

Saat itu, usianya udah lebih dari 50 tahunan.

Ki Daus baru aja dikaruniai seorang anak perempuan dari istrinya yang saat itu berusia 17 tahun, Dewi Lestari.

4. Mick Jagger

Mick Jagger nggak kalah menghebohkan nih.

Di usianya yang ke-73, vokalis Rolling Stones ini mendapat karunia seorang anak berjenis kelamin laki-laki, Kamis (8/12/2016).

Anak tersebut lahir dari kekasih Mick Jagger bernama Melanie Hamrick.

5. Donald Trump

Donald Trump nggak kalah dengan yang lainnya nih.

Di usianya yang udah lewat 60 tahun, Presiden AS ini memiliki anak lagi dari pernikahannya dengan Melania Trump.

Anaknya tersebut memiliki nama Barron Trump, lahir pada 20 Maret 2006.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!