Hadang Dominasi Cina, Bombardier dan Siemens Putuskan Merger

redaksi.co.id - Hadang Dominasi Cina, Bombardier dan Siemens Putuskan Merger Saham ombardier dan Siemens meningkat setelah keduanya berniat untuk merger dalam bisnis perkeretaapian. Saham Bombardier naik...

24 0

redaksi.co.id – Hadang Dominasi Cina, Bombardier dan Siemens Putuskan Merger

Saham ombardier dan Siemens meningkat setelah keduanya berniat untuk merger dalam bisnis perkeretaapian. Saham Bombardier naik hampir tujuh persen pada Selasa (11/4), sementara saham Siemens mencapai rekor tertinggi sebelum mereda kembali.

Dilansir BBC, Selasa (11/4), pembicaraan antara Bombardier, pemasok utama kereta api London Underground, dan Siemens disebut telah terjadi sejak awal tahun. Kesepakatan ini akan membatu mengatasi meningkatnya kompetisi dari Cina. Ini juga akan membantu Siemens dan Bombardier bersaing dengan pemimpin pasar perkereta apian dari Cina, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC).

Penggabungan dua perusahaan ini dinilai akan memiliki penjualan bersama mencapai 16 miliar dolar AS. Namun, penggabungan ini akan menghadapi pengawasa dari regulator kompetisi.

Dampak dari kesepakat ini akan dirasakan di luas pasar dalam negeri Bombardier dan Siemens, yakni Kanada dan Jerman. Saat ini unit Kereta Api Bombardier mempekerjakan 3.500 staf di Inggris dan telah membangun kereta api untuk operator Greater Anglia, ScotRail, dan di London.Siemens telah mempekerjakan 700 pekerja kereta api di Inggris dan kontrak meliputi penyediaan kereta Eurostar.

Analis RBC, Walter Spracklin mengatakan bahwa kombinasi kedua perusaan ini sangat baik, meskipun rincian keduanya masih minim. Keahlian bersama memimpin industri akan menghadirkan potensi penghematan biasa dan persaingan yang lebih baik terhadap perusahaan Cina yang lebih rendah biayanya.

Merger antara Bombardier dan Siemens memang sudah dilakukan sejak awal tahun. Namun, keinginan ini masih di bawah tekanan karena adanya konsolidasi di tempat lain (Cina). CRRC diciptakan dengan menggabungkan dua pemain terbesar di Cina pada 2015.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!