Menyantap gurih kemitraan Kebab Baba't

redaksi.co.id - Menyantap gurih kemitraan Kebab Baba't Menu kebab makin lazim di lidah orang Indonesia. Tak heran, usaha gerai makanan ala Turki dan Timur Tengah ini...

32 0

redaksi.co.id – Menyantap gurih kemitraan Kebab Baba't

Menu kebab makin lazim di lidah orang Indonesia. Tak heran, usaha gerai makanan ala Turki dan Timur Tengah ini terus berdatangan. Sebagian di antaranya juga menawarkan waralaba.

Salah satu pemainnya adalah Muhammad Nurma’Arif yang mengusung brand Kebab Baba’t di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Merintis usahanya sejak Januari 2014, Arif resmi menawarkan kemitraan Kebab Baba’t pada tahun 2015 lalu. Sampai sekarang mitra yang bergabung sudah ada enam yang semuanya berada di Lamongan.

Ada pun gerai pusat sudah ada empat di Lamongan. Bila, tidak ada halangan pekan depan akan ada satu gerai mitra yang bakal dibuka. Demi kelangsungan usaha mitra, dia mengaku cukup selektif untuk memilih mitra kerjasama.

Seperti kebanyakan usaha kebab, menu yang ditawarkan pun beragam mulai dari kebab, burger, dan roti mariyam. Harganya pun dibandrol cukup bersahabat dari Rp 8000 sampai Rp 13.000 per porsi.

Lainnya, agar konsumen tidak bosan, Arif bakal mengeluarkan menu baru untuk anak-anak yaitu kebab sosis.

Tertarik dengan usaha ini? Kebab Baba’t mematok investasi Rp 10 juta untuk mitra yang hendak bergabung.

Dengan modal tersebut, fasilitas yang didapatkan mitra terdiri dari satu unit gerobak, perlengkapan memasak, bahan baku awal senilai Rp 700.000, branding, dan perlengkapan tambahan lainnya.

Untuk urusan bahan baku, mitra wajib mengambil di pusat. Sedangkan mitra yang lokasinya jauh dari Lamongan dapat mengambil langsung dari supplier di Surabaya.

Berdasarkan hitungannya, waktu balik modal mitra sekitar satu tahun. “Waktu balik modalnya agak lama karena target omzet perharinya kecil,” tambahnya.

Dalam sehari, ia menargetkan perolehan omzet hanya sekitar Rp 200.000 atau 6 juta per bulan. Dikurangi kebutuhan belanja bahan baku dan operasional, porsi keuntungan bersih yang dapat dikantongi mitra sekitar 40% dari omzet tiap bulannya.

Bagaimana anda ingin mencoba?

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!