Qualcomm Gugat Balik Apple

redaksi.co.id - Qualcomm Gugat Balik Apple Executive Vice President Qualcomm Cristiano Amon dalam presentasinya pada 4G/5G Summit 2016 di Hong Kong, Selasa (18/10/2016).KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOSetelah dua...

28 0

redaksi.co.id – Qualcomm Gugat Balik Apple

Executive Vice President Qualcomm Cristiano Amon dalam presentasinya pada 4G/5G Summit 2016 di Hong Kong, Selasa (18/10/2016).KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO

Setelah dua kali berturut-turut dituntut Apple sepanjang Januari 2017, Qualcomm akhirnya bertindak. Pabrikan chipset tersebut berbalik menuntut Apple.

Ada lima poin utama tuntutan Qualcomm ke Apple yang dilayangkan ke pengadilan Distrik Selatan California, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan TheVerge dan dihimpun KompasTekno, Rabu (12/4/2017).

Pertama, Apple dituduh sengaja tidak memanfaatkan potensi maksimal dari chipset modem Qualcomm yang tertanam pada iPhone 7.Oleh karena itu,chipset tersebut tampak tak lebih unggul ketimbang yang diberikan Intel.

Para pembeli iPhone 7 pun tak bisa menikmati performa terbaik dan inovasi dari Qualcomm. Padahal, Qualcomm sesumbar chipset-nya bekerja jauh lebih baik ketimbang chipset Intel pada iPhone.

Apple sebenarnya merilis iPhone 7 dengan dukungan dua chipset modem dari perusahaan yang berbeda. Satu model dibekali chipset modem dari Intel, sedangkan model lain menggunakan chipset Qualcomm.

“Apple dengan keliru mengklaim bahwa tak ada perbedaan antara dua varian chipset (Qualcomm dan Intel),” begitu tertera pada tuntutan yang diajukan.

Kedua, masih berhubungan dengan poin pertama, Qualcomm menuduh Apple tak transparan ke para pembeli iPhone 7 soal kepiawaian chipset-nya dibandingkan Intel. Dengan kata lain, Apple dikatakan melindungi kekurangan Intel.

“Apple mencegah Qualcomm membuat perbandingan publik tentang performa superior iPhone yang disenjatai Qualcomm dengan iPhone yang disenjatai Intel,” begitu pernyataannya.

Tuntutan balasan Qualcomm

Poin ketiga hingga kelima menjadi balasan atas tuntutan Apple yang lebih dulu dilayangkan. Salah satunya, Qualcomm mengatakan Apple melanggar perjanjian dan negosiasi yang telah disepakati, dengan menyerang perusahaan chipset tersebut.

Apple juga disebut memberikan pernyataan hukum yang salah, sehingga mempengaruhi kerja sama Qualcomm dengan perusahaan-perusahaan lain.

Diketahui, Apple menuntut Qualcomm pada Januari lalu karena biaya lisensi teknologi seluler dasar yang dipatok oleh Qualcomm dinilai jauh lebih mahal dari seharusnya. Tak berselang lama, Apple kembali menuntut Qualcomm dengan tuduhan tidak memenuhi standar mengenai paten yang adil, masuk akal dan tanpa diskriminasi (FRAND).

Menurut CEO Apple, Tim Cook, pihaknya tak punya pilihan lain selain menuntut Qualcomm. Padahal, dua perusahaan raksasa itu sudah bekerja sama dalam waktu lama.

“Qualcomm memaksa mengambil royalti dari teknologi yang bukan milik mereka,” kata Cook.

Kisruh hukum Apple-Qualcomm ini masih terus berlanjut di pengadilan. Keluhan-keluhan masih ditampung dan belum ada putusan hukum yang dibuat. Tuntutan Qualcomm ke Apple seutuhnya bisa diintip di .

Penulis: Fatimah Kartini Bohang

Editor: Deliusno

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!