Kendala Teknis dan Debat Pilkada DKI 2017

redaksi.co.id - Kendala Teknis dan Debat Pilkada DKI 2017 Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menggelar empat kali debat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Tiga...

49 0

redaksi.co.id – Kendala Teknis dan Debat Pilkada DKI 2017

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menggelar empat kali debat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Tiga kali debat digelar pada putaran pertama dan satu kali debat pada putaran kedua yang berlangsung pada Rabu (12/4/2017) malam.

KPU DKI Jakarta selalu berkoordinasi dengan stasiun televisi penyelenggara sebagai persiapan sebelum acara debat berlangsung. Namun, persiapan tersebut tak membuat acara debat berjalan sempurna.

Catatan Kompas.com, selama pelaksanaan debat yang digelar KPU DKI Jakarta, ada tiga kendala teknis yang terjadi. Kendala yang teranyar yakni matinya timer atau pengatur waktu dalam hitungan mundur saat calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjawab pertanyaan moderator Ira Koesno dalam debat terakhir, Rabu malam.

Mulanya,timer itu muncul saat Ahok menjawab pertanyaan. Namun, saat waktu tersisa 1 menit 29 detik,timer tersebut berhenti, kemudian hilang. Di tengah jawabannya, Ahok mempertanyakan tidak munculnya timer tersebut.

“Ini waktunya enggak jalan lho,” ujar Ahok.

Para calong gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta ketika tampil dalam debat ketiga Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2/2017).Andreas Lukas/Kompas.com

Sebagai moderator, Ira meminta Ahok melanjutkan jawabannya.

Kendala teknis lainnya yang terjadi yakni gangguan dari mikrofon. Gangguan tersebut terjadi pada debat kedua pada 27 Januari dan debat ketiga pada 11 Februari di putaran pertama.

Pada 27 Januari 2017, mikrofon yang terpasang di kepala calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, sempat mati saat akan mengajukan pertanyaan.

Suara Agus terdengar samar. Dia kemudian mengetuk-ngetuk mikrofonnya sambil memanggil panitia dengan menggunakan telunjuknya.

“Tolong audio. Waktu tidak akan dikurangi. Waktu mundur baru dikurangi setiap calon bicara,” kata moderator debat, Tina Talisa, ketika itu.

Beberapa saat kemudian, seorang panitia datang ke atas panggung dan memberi sebuah mikrofon kepada Agus.

Gangguan teknis pada mikrofon kembali terjadi dalam debat final putaran pertama 11 Februari 2017. Saat cagub nomor pemilihan tiga Anies Baswedan hendak menjawab pertanyaan, suaranya tidak terdengar jelas oleh masyarakat yang menyaksikan melalui televisi.

Suara dari mikrofonnya baru terdengar sekitar 18 detik terakhir Anies menyampaikan jawabannya dari dua menit jatah waktu yang diberikan.

Pada segmen debat berikutnya, Anies menyampaikan soal gangguan teknis dari mikrofon yang digunakannya itu.

“Kami menerima banyak sekali laporan bahwa jawaban kami tadi terdengar di ruangan ini, tapi tidak terdengar di televisi, di rumah-rumah di seluruh Indonesia. Kami berharap ini bisa diluruskan karena jawaban tadi penting sekali untuk dipahami oleh warga Jakarta yang berkepentingan atas kebijakan 5 tahun yang akan datang,” ucap Anies.

Pada segmen terakhir, moderator debat, Alfito Deannova Gintings, menyampaikan adanya gangguan teknis tersebut. Karena itu, Anies kembali diberi kesempatan untuk menjelaskan gagasannya yang sebelumnya tidak terdengar jelas itu.

“Karena itu, atas nama keadilan dan fairness, kami akan mengulangi. Pola pengulangannya adalah kami akan putar rekaman tayangan pertanyaan dari pasangan calon nomor dua dan kemudian akan dijawab secara live selama dua menit oleh pasangan calon nomor tiga,” kata Alfito.

Debat Pilkada DKI Jakarta digelar KPU DKI bekerja sama dengan stasiun televisi yang berbeda-beda dalam setiap kali penyelenggaraannya. KPU DKI Jakarta menyebut, semua keperluan on air diurus oleh televisi penyelenggara yang bekerja sama dengan KPU DKI.

Sementara KPU DKI bertanggung jawab terhadap urusan off air debat, seperti memilih panelis, mencari moderator, menyiapkan tema, tempat, dan lainnya.

Penulis: Nursita Sari

Editor: Indra Akuntono

Copyright Kompas.com

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!