Instruksi Jokowi Soal Bawang Murah Belum Dilaksanakan

redaksi.co.id - Instruksi Jokowi Soal Bawang Murah Belum Dilaksanakan Rencana pemerintah untuk menekan harga bawang merah di pasaran hingga dibawah Rp 25.000 per kilogram belum sepenuhnya...

32 0

redaksi.co.id – Instruksi Jokowi Soal Bawang Murah Belum Dilaksanakan

Rencana pemerintah untuk menekan harga bawang merah di pasaran hingga dibawah Rp 25.000 per kilogram belum sepenuhnya terealisasi. Pasalnya, rantai pasokan yang panjang masih menjadi penyebab tingginya harga di tingkat pedagang pasar.

“Harga bawang petani di Tulungagung kemarei kita cek Rp 8.000 per kg, tapi tadi di pedagang sampai Rp 30.000 per kg, disparitasnya terlalu tinggi,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat melakukan sidak bersama Menteri Perdagangan, Eggartiasto Lukita, ke sejumlah pasar di Jakarta, Kamis, 13 April 2017.”Ini masalah bertahun tahun, kita akan selesaikan, tapi tidak bisa sesaat,” ujar Amran. Namun untuk menghadapi bulan puasa Ramadhan, Amran mengklaim bahwa stok bawang saat ini aman. “Kita usahakan tidak akan ada kenaikan harga dalam beberapa minggu kedepan,” ucapnya.

Seorang petani sedang memasukan bawang merah saat panen, di desa Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (29/12). Harga bawang merah saat ini mengalami penurunan harga secara drastis Rp 8 ribu per kilogram dari Rp. 20ribu per kilogram.TEMPO/Imam Sukamto

Sejak pertengahan tahun 2016, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kementerian terkait untuk mencari sistem yang membuat harga bawang merah di bawah Rp25.000 per kilogram. Salah satu yang disorot yaitu rantai distribusi dari petani ke pedagang yang masih panjang.Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti mengakui bahwa sampai saat ini rantai pasokan bawang masih terlalu lebar. Kementerian Perdagangan, menurut Tjahya cukup dilematis karena disatu sisi ingin memotong rantai pasokan, tapi disisi lain juga tidak mau mematikan usaha pada pelaku usaha. “Kita minta Bulog yang ambil langsung dari petani, jual ke padagang, resistensi dari pelaku usaha pasti ada, tapi kita sudah antisipasi,” ujarnya.FAJAR PEBRIANTO

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!