Hakim Wanita Muslim Pertama New York Tewas Mengambang di Sungai

redaksi.co.id - Hakim Wanita Muslim Pertama New York Tewas Mengambang di Sungai Hakim wanita muslim pertama di Amerika Serikat ditemukan tewas mengambang di tepi Sungai Hudson...

345 0

redaksi.co.id – Hakim Wanita Muslim Pertama New York Tewas Mengambang di Sungai

Hakim wanita muslim pertama di Amerika Serikat ditemukan tewas mengambang di tepi Sungai Hudson di Manhattan, New York.Jasadnya ditemukan terapung dekat persimpangan 132nd Street dan Hudson Parkway pada jam 1.45 siang waktu setempat, sehari setelah ia dilaporkan hilang oleh suaminya.Polisi mengatakan tidak ada efek signifikan akibat trauma atau cedera yang dapat dikaitkan dengan kejahatan atau kekejaman. Sehigga kesimpulan awal, polisi menduga kematiannya mungkin karena bunuh diri.Wanita berusia 65 tahun itu adalah wanita Afrika-Amerika pertama yang bertugas di pengadilan tertinggi New York dan juga seorang hakim asosiasi dari Pengadilan Banding.

Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan ia sangat bangga telah menjadi orang yang mempercayakan mendiang menjadi hakim di pengadilan tertinggi negara. Bersamaan itu Cuomo sangat sedih dengan kepergiannya.”Dia adalah pelopor,” kata Cuomo. “Melalui tulisan-tulisannya, kebijaksanaan, dan moral tak tergoyahkan, dia adalah kekuatan untuk kebaikan yang warisannya akan terus dirasakan selama bertahun-tahun yang akan datang. “Atas nama semua warga New York, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarganya, orang yang dicintai dan rekan-rekan.”Lahir di Washington DC, Sheila Abdus-Salaam lulus dari Columbia Law School dan memulai karirnya di bidang hukum dengan bekerja di Firma Hukum Brooklyn Timur sebagai staf pengacara. Dia kemudian terpilih menjadi pegawai di Mahkamah Agung pada tahun 1993. Sejak 2013, Sheila menjadi satu dari tujuh hakim di Pengadilan Tinggi New York, setelah menjabat selama empat tahun sebagai hakim di Divisi Pertama Banding di Mahkamah Agung Negara bagian New York. GUARDIAN|SKY NEWS|NEW YORK TIMES|YON DEMA

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!