Lurah Duren Jaya: Bank Sampah  Tunjukkan Kepedulian Terhadap Kelestarian Lingkungan

BEKASI Redaksi.co.id - Lurah Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur mengajak masyarakat supaya ‘bersahabat’ dengan sampah. Pilihannya bisa menjual ke bank sampah dan mengolah menjadi pupuk organik.Menurut...

9 0

BEKASI Redaksi.co.id – Lurah Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur mengajak masyarakat supaya ‘bersahabat’ dengan sampah. Pilihannya bisa menjual ke bank sampah dan mengolah menjadi pupuk organik.

Menurut Fitri Widyati, Lurah Duren Jaya, jumlah penduduk dan dunia usaha di Kota Bekasi telah berkembang pesat. Diprediksikan, saat ini volume sampah mencapai 40,6 ton/hari.

“Perlu ada gerakan bersama dari masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah agar bisa menjadi barang yang bermanfaat. Sampah kering bisa dijual ke bank sampah atau dijadikan kerajinan tangan. Yang sampah basahnya bisa dijadikan bahan pupuk organik,” kata Fitri kepada warta merdeka.com, Kamis (21/05/2015).

Fitri menyambut baik, setiap usaha dari masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Seperti warga RW013 di Kelurahaan Duren Jaya. Secara bergotong royong mendirikan bank sampah,” terangnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK RW013, Kelurahan Duren Jaya, Ibu Karman menjelaskan, ide mendirikan bank sampah di lingkungannya berawal dari usulan masyarakat. Karena selama ini, sampah rumah tangga dijual ke pemulung.

Untuk tahap awal diikuti 30 orang. Bank sampah dibuka setiap satu bulan sekali.

“Nanti mendekati Lebaran uang dari penyetoran sampah bisa diambil,” bebernya.

Ketua RW013, Kelurahan Duren Jaya, Yusrizal, SH menambahkan, jumlah warganya diperkirakan mencapai 3.800 jiwa. Sehingga, dia yakin usaha bank sampah yang dikelola Ibu-ibu PKK RW013 bisa sukses. Karena setiap hari masyarakat memproduksi sampah di rumahnya.

“Kalau bank sampah di RW013 ini sukses maka kami akan mengembangkan produksi pupuk organik dengan bahan dasar sampah basah dari rumah tangga,” ucap Yusrizal.

Kata Yusrizal, uang dari hasil penjualan bank sampah ini akan di kumpulkan dahulu, dan warga yang menyetorkan sampahnya ke bank sampah RW013 akan di catat dalam pembukuan bank sampah yang di kelola oleh Ibu-ibu PKK RW013.

Yusrizal menambahkan, yang harus dilakukan warga saat ini adalah membuang sampah pada tempatnya. Supaya tidak menimbulkan polusi dan banjir.

“Lalu diusahakan memilah sampah basah dan kering. Supaya bernilai ekonomis,” pungkasnya. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!