Pemkot Bekasi Lakukan Uji Lab Beras Sintetis

BEKASI Redaksi.co.id – Sucofindo dan BP POM, sudah melakukan uji laboratoriun terhadap 250 Kg, beras yang diambil dari kios ditemukannya beras bercampur sintetis. Hasilnyaberas tersebut ternyata mengandung...

19 0

BEKASI Redaksi.co.id – Sucofindo dan BP POM, sudah melakukan uji laboratoriun terhadap 250 Kg, beras yang diambil dari kios ditemukannya beras bercampur sintetis. Hasilnyaberas tersebut ternyata mengandung sedikitnya 7,38 persen protein karena masih bercampur dengan beras asli.

Hal itu disampaikan Rahmat Effendi, Walikota Bekasi saat menyampaikan hasil uji lab beras yang terindikasi plastik di Humas Pemkot Bekasi, Kamis (21/05/2015).

Dikatakan, bahwa beras palsu tersebut mempunyai karakteristik plastik identik bukan beras alamiah.

“Beras sintetis tersebut mengandung sedikitnya 7,38 persen protein, karena masih tercampur dengan beras asli,” ujar Andisam, kepala bagian pengujian lab.

Dalam proses identifikasi beras sintetis, Sucofindo dan BP POM menggunakan alat sensitif, yang bisa mendeteksi kandungan yang terdapat dari beras palsu tersebut.

“Dari hasil penelusuran kami dengan alat tersebut, ditemukan senyawa yang umumnya digunakan sebagai pelembut pipa atau kabel agar tidak kaku,” jelasnya.

Sejak adanya penemuan beras palsu, masyarakat hanya bisa mendeteksinya secara dini, yang dilihat hanya dari fisik berasnya saja.

“Jika sudah diolah, beras tersebut tentu berbeda dengan beras asli, dari hasil masakannya akan ada pemisahan antara beras dan zat lainnya. Beras asli tentu ada kandungan kapur, dan beras palsu tidak ada kandungan kapur atau karbohidrat,” katanya.

Sehubungan dengan beredarnya beras sintetis, pihak terkait akan terus melakukan pemantauan dan tindaklanjut, untuk menaggapi beras palsu yang beredar di pasaran.

Beras ini benar-benar berbahaya untuk dikonsumsi, karena senyawa yang terkandung dalam beras sintetis bisa menyebabkan kanker dan sudah pernah di ujicobakan kepada tikus.

Bahkan bahan senyawa tersebut sudah tidak lagi boleh digunakan di Eropa, meskipun dalam bahan komponen mainan anak.

Dalam rilis tersebut turut hadir Momon s (Kesbangpol), Dispera Abdul Iman, Ceceng Solahudin (Perindagkop), Walikota Bekasi Rahmat Effendi, pihak sucofindo, Kasi Intel Kodim, Herbert Panjaitan (Kabid Perdagangan).(Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!