Kasus Beras Plastik di Bekasi, Polisi Periksa 3 Orang

BEKASI Redaksi.co.id – Jajaran Polres Bekasi Kota terus mencari petunjuk mengenai peredaran beras plastik yang ditemukan di daerah Bantargebang.Menurut Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan,...

15 0

BEKASI Redaksi.co.id – Jajaran Polres Bekasi Kota terus mencari petunjuk mengenai peredaran beras plastik yang ditemukan di daerah Bantargebang.

Menurut Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan, pihaknya sudah memeriksa 3 orang dalam kasus ini.

“Tiga orang yang sudah diperiksa,” ungkap Rudi dalam jumpa pers di kantornya, Jl Pramuka, Bekasi, kemarin (21/5/2015).

Menurut Rudi, mereka yang sudah diperiksa adalah sang pelapor berinisial DW yang merupakan pembeli beras serta pedagang beras yang diduga berbahan baku plastik di Pasar Tanah Merah Mutiara Gading Timur, Bekasi Timur, berinisial SM. Selain itu, polisi juga sudah memeriksa supplier beras berinisial ST. Beras dibeli SM dari ST.

Saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sisa beras yang dibeli DW untuk benar-benar memastikan apakah ada bahan baku plastik di beras tersebut. Polisi bahkan memeriksakan beras itu di sejumlah laboratorium.

“Proses selanjutnya mendapatkan keterangan ahli dari BPOM. Tidak hanya ke BPOM, kami juga ingin mengetahui, dan dibawa ke laboraturium lainnya di lab pertanian, dan dibawa ke lab IPB Bogor, baik berupa bubur atau nasi dari beras pelapor yang menurut pelapor berbeda dari biasanya. Keduanya kita jadikan barang bukti,” jelas Rudi.

Tak berhenti di situ, polisi juga memeriksakan beras diduga berbahan plastik ke laboratorium Foresik Polri. Sementara itu Sucofindo bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi sebelumnya sudah memberi pernyataan bahwa beras di Bantargebang sudah terbukti dicampur plastik.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Hasilnya belum ada, baik dari BPOM, IPB, Pertanian, maupun lab Polri. Kami harap masyarakat tenang menunggu hasil dari laboratorium, yang memang membidangi dan memiliki akreditasi yang sesuai apa yang dibutuhkan,” tutur Rudi.

“Kami penyidik yang sedang menangani tindak pidana ini tidak mengetahui apa yang diperiksa lab Sucofindo,” tutupnya. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!