Walikota Bekasi: Kita Kirim Sampel Ditolak, BPOM Sebut Tak Ada Beras Plastik

281

BEKASI Redaksi.co.id – Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengaku pihaknya sudah bergerak cepat ketika menerima laporan dari warganya dengan mengirim sampel oplosan beras plastik ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun menurutnya pihak BPOM sempat menolak.

“BPOM itu institusi pemerintah badan pemeriksa obat dan makanan. Waktu itu sudah kita kirim ke BPOM begitu ada kabar tersebut. Kita sendiri langsung ngambil langkah cepat dengan ngambil sampel dari penjual,” ujar Walikota Bekasi, Rahmat Effendi saat berbincang dengan wartawan kemarin.

Ketika itu BPOM sendiri menolak sampel yang diberikan Pemkot Bekasi. Mereka beralasan sampel yang diambil harus langsung dari lokasi.

“Setelah itu mereka ambil sampel dari Polres. Kita sendiri melihat proses yang lama langsung melakukan lab ke Sucofindo dan hasilnya beras tersebut di campur bahan kimia, jadi bukan beras plastik. Sekarang Sucofindo sendiri termasuk institusi pemerintah, kalau BPOM katakan seperti itu silakan saja dilakukan test,” paparnya.

Rahmat Effendi membantah jika ditemukan beras plastik di Bekasi. Pasalnya hasil laboratorium sendiri dijelaskan beras tersebut adalah oplosan dengan unsur kimia polifenil bahan pembuat pipa PVC.

“Nggak ada beras plastik yang ada beras dicampur unsur kimia,” paparnya.

Rahmat Effendi menjelaskan kalau penolakan uji sampel yang diberikan BPOM didapatkan berdasarkan informasi Disperindagkop kota Bekasi.

“Kabarnya tidak diterima oleh BPOM karena tidak diambil dari sumber langsung itu saya dapat setelah konfirmasi dengan Disperindagkop saya,” tandasnya.

Roy Sparingga, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan, bila kasus beras plastik belum ditemukan di negara lain. Dugaan adanya beras plastik baru pernah muncul di Kota Bekasi, Jawa Barat lewat pengakuan warga yang mengunggahnya lewat jejaring/media sosial.(Agus S)

loading...

Comments

comments!