Kirim klinker PT Holcim Manfaatkan Aktivitas Ilegal Pelabuhan Tanjung Bonang

784

REMBANG Redaksi.co.id Pemerintah provinsi Jawa Tengah telah berulang kali memperingatkan kepada seluruh investor agar pengoperasian pelabuhan Tanjung Bonang diatas tanah reklamasi di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke dihentikan sementara lantaran status pengelolaannya masih belum jelas saat ini tengah berpolemik dan telah dipansuskan di DPRD Rembang. Namun peringatan dan intruksi itu hingga kini tak digubris oleh pihak beberapa investor.

Berdasarkan pantauan Redaksi.co.id aktivitas pengiriman jutaan ton hasil tambang mulai dari Limestone (batu putih) ,Tras (bahan baku semen) beberapa bulan ini di sebelah timur dermaga atau diatas tanah reklamasi PT SBAP dan PT AHK masih berjalan. Jumlah pengiriman dari waktu ke waktu terus meningkat, bahkan yang lebih menarik perhatian, beberapa pekan ini pabrik semen PT HOLCIM yang telah memiliki pelabuhan khusus sendiri di Glondong Kabupaten Tuban juga ikut ikutan melakukan pengiriman Klinker (cikal bakal semen) ke Banyuwangi dengan tongkang melalui pelabuhan Tanjung Bonang Sluke paling ujung timur.

Salah satu pengemudi truk tronton pengangkut klinker dengan Nomor Polisi L 8002 UW yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi Minggu petang (24 Mei 2015 ) mengaku sudah hampir dua pekan ini mengirim klinker ke kapal tongkang di Pelabuhan Tanjung Bonang Sendangmulyo Sluke.

Yang saya tahu sesuai perintah dari perusahaan transportasi saya disuruh muat klinker dari PT Holcim Glondong Tuban dibawa ke pelabuhan Sluke dibongkar ke kapal tongkang, dan setelah tongkang penuh informasinya klingker kemudian dikirim ke PT Bosowa Banyuwangi Jawa Timur,terangnya.

Hasim salah satu Pengurus agen Tongkang PT Samudera Selaras Perdana (SPS) saat dikonfirmasi melalui seluler membenarkan adanya order muatan klinker dari PT Holcim yang dikirim ke PT Bosowa tersebut.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pelabuhan Kelas III Rembang Dodi Sambodo saat dikonfirmasi terkait adanya aktivitas pengiriman Klinker melalui pelabuhan Tanjung Bonang Sluke yang telah berjalan selama dua pekan ini mengaku tidak tahu kalau PT Holcim mengirim Klinker lewat pelabuhan Tanjung Bonang.

Sementara itu Ketua pansus pelabuhan Tanjung Bonang Puji Santoso yang sebelumnya berjanji akan mempertemukan semua investor dan pejabat terkait saat dikonfirmasi adanya aktivitas pengiriman klinker itu mengatakan proses pengiriman itu tentunya harus dilihat dulu ada tidaknya perjanjian sewa- menyewa antara PT Holcim dengan pihak pelabuhan yang saat ini mengelola diatasnamakan perusahaan atau siapa.

“Kami merasa khawatir pihak swasta yang telah banyak mengirim material melalui pelabuhan Tanjung Bonang yang mengklaim sebagai pemegang Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menjadi ilegal terus dan kami juga khawatir biaya-biaya yang diambil dari pengiriman itu dimanfaatkan oleh oknum oknum tertentu dan ini tentunya merugikan pemerintah daerah, terang politisi asal Partai Gerindra itu.

Saat disinggung pernyataan Kepala UPP Pelabuhan yang tidak mengetahui adanya pengiriman klinker ia menjelasakan harusnya KUPP tahu adanya aktifitas pengiriman klinker melalui pelabuhan itu.

Saya yakin KUPP paham dan tahu persis kegiatan pengiriman di pelabuhan Tanjung Bonang itu karena KUPP yang mengeluarkan ijin layak dan tidaknya kapal bisa berlayar,terangnya.

 

Direktur PT Pelabuhan Rembang Kencana Prilistyo yang juga menjabat Direktur Utama PT RBSJ selaku operator resmi pelabuhan Tanjung Bonang yang terikat kontrak perjanjian dengan Pemkab Rembang saat dikonfirmasi melalui seluler dan pesan singkat belum membalas.

Terpisah Tim Internal Audit PT PRK Bambang Wahyu Widodo mengusulkan kepada ketua dan seluruh anggota pansus juga mengundang penegak hukum mulai Mabes Polri hingga Kejagung, bila perlu KPK juga diundang agar persoalan yang sebenarnya terjadi di pelabuhan Tanjung Bonang terkuak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Rembang yang membahas Pelabuhan Tanjung Bonang gagal mengorek banyak keterangan dari Kepala UPP Pelabuhan Dody Sambodo terkait penyelenggaraan pelabuhan tersebut. (Hasan)

loading...

Comments

comments!