Ketua Yayasan STIE Adhy Niaga: Menristek Dikti Gerebek Kampus Seperti Gerebek Pabrik Ekstasi

BEKASI Redaksi.co.id - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir melakukan sidak ke STIE Adhy Niaga dan menemukan sejumlah kejanggalan di kampus itu. Yayasan...

66 0

BEKASI Redaksi.co.id – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir melakukan sidak ke STIE Adhy Niaga dan menemukan sejumlah kejanggalan di kampus itu. Yayasan STIE Adhy Niaga tak terima dan akan menyomasi M Nasir.

Adi Firdaus, Ketua Yayasan STIE Adhy Niaga tak terima dengan sidak yang dilakukan M Nasir.

Menurut Adi, sidak M Nasir tak ubahnya seperti penggerebekan pabrik narkoba.

“Saya kecewa dengan kejadian tersebut, karena seakan-akan kita ini pabrik ekstasi yang harus diserbu, kita juga punya etika yang harus dikedepankan,” ucap Adi saat menggelar jumpa pers di kampus STIE Adhy Niaga di Jalan Sudirman, Kranji, Kota Bekasi, Sabtu (23/5/2015).

Adi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi itu merasa seharusnya M Nasir memberitahukan terlebih dahulu pada pihak kampus apabila ditemukan hal yang tidak beres.

Menurut Adi, selama ini tidak ada praktik jual beli ijazah di kampusnya.

“Tidak ada yang seperti itu. Kalau oknum kita juga tidak tahu, tapi kalau ada kan bisa memberitahu kami dan pasti dari kami akan ada punishment,” ucap Adi.

Adi mengatakan akan segera melayangkan somasi kepada Menristek Dikti, M Nasir. Dia meminta menteri untuk mengklarifikasi sejumlah keterangan yang menyudutkan kampusnya.

Selain itu, sidak yang dilakukan menteri menurutnya berpengaruh pada nama baik serta semangat mahasiswa yang berkuliah di kampusnya. Hal itu tentunya merugikan bagi dirinya.

“Kami kan juga ingin pendidikan lebih baik tapi kalau seperti ini membuat semangat mahasiswa juga patah,” kata Adi.

M Nasir, Menristek Dikti melakukan sidak ke STIE Adhy Niaga pada Kamis (21/05/2015) lalu. Saat itu, M Nasir marah karena administrasi kampus ini dinilainya sangat berantakan.

“Masa dari data 3.000 mahasiswa yang ada, satu pun data mahasiswa lulus tidak ada. Saya minta nama-namanya aja tidak ada. Bagaimana bisa begitu!” kata M Nasir usai sidak.

M Nasir mengancam akan menutup kampus itu. STIE Adhy Niaga juga sudah dilaporkannya ke Polisi dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti merespon laporan itu dengan kesiapan menindaklanjuti laporan Menristek Dikti. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!