Isu Ijazah Palsu Merambah DPRD Kota Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id - Menristek Dikti beberapa waktu yang lalu mendapat laporan dari warga Kota Bekasi tentang ijazah palsu, dan alhasil Menristek Dikti pada saat sidak menemukan...

7 0

BEKASI Redaksi.co.id –
Menristek Dikti beberapa waktu yang lalu mendapat laporan dari warga Kota Bekasi tentang ijazah palsu, dan alhasil Menristek Dikti pada saat sidak menemukan ijazah palsu di salah satu kampus di Kota Bekasi.

Isu ijazah palsu pun kini mengarah ke gedung DPRD Kota Bekasi. Masyarakat Kota Bekasi kini mulai menaruh curiga, ada oknum anggota DPRD Kota Bekasi yang disinyalir telah menggunakan ijazah palsu saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi pada pemilu legislatif 2014 silam.

Jangan-jangan anggota dewan, gelar sarjananya dari ijazah palsu, ujar Yusrizal, SH, salah seorang warga Kota Bekasi yang juga seorang Lawyer kepada Redaksi.co.id, Rabu (27/05/2015).

Sementara Yusrizal yang juga pernah menjadi calon legislatif (caleg) 2009 dapil 1 Bekasi Timur, No.Urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, kalau politisi berijazah palsu bukanlah hal mengherankan, sebabnya sudah banyak ditemukan di daerah lain.

Sering lihat di TV banyak anggota dewan berijazah palsu. Dan tidak menutup kemungkinan di gedung DPRD Kota Bekasi juga sama, ucapnya.

Menurut Yusrizal, dirinya pernah menjadi Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD), jadi tidak menutup kemungkinan anggota dewan Kota Bekasi ada yang menggunakan ijazah palsu pada saat pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg).

“saya ketua KPPD nya dulu. Ketika pendaftaran bacaleg, berkas saya yang terima,” katanya

Sementara berdasarkan pemberitaan yang sedang marak, sejumlah media massa pun isi beritanya banyak mengangkat masalah anggota dewan yang mungkin menggunakan ijazah palsu saat mendaftarkan bacaleg

“Ketika pendaftaran bacaleg berkas saya yang terima dan kita cocokan dengan aslinya, di situ ada kejanggalan. Tapi kan kita tidak ada kewenangan untuk melakukan kroscek kepada kampus dimana ijazah itu diterbitkan,” pungkasnya.

Dan di daerah lain pun banyak ditemukan anggota dewan berijazah palsu.

Contohnya Ketua DPRD Kendal, Anik Kasiyani misalnya diduga mengantongi ijazah palsu. Begitu juga dengan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Moch Rifaei.

Kasus ijazah palsu juga mencuat di Baubau, anggota dewan bernama La Rusu diduga berijazah palsu bahkan kasusnya masuk ke pengadilan.

Di Kupang, anggota DPRD dari PDI-Perjuangan, Ferdinand PA Padja juga diduga berijazah palsu. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!