Yus Ismail Optimis Radio Tetap Eksis Walau Saat Ini Jamannya Media Online

BEKASI Redaksi.co.id Semakin berkurangnya peminat radio saat ini tidak mengurangi semangat Yus Ismail, penyiar di Radio Annisa dalam program We Love Bekasi sekaligus berprofesi sebagai news...

20 0

BEKASI Redaksi.co.id Semakin berkurangnya peminat radio saat ini tidak mengurangi semangat Yus Ismail, penyiar di Radio Annisa dalam program We Love Bekasi sekaligus berprofesi sebagai news director dalam bekerja.

Yus Ismail juga menuturkan bahwa Radio Annisa saat ini sudah menjadi milik keluarga Kabupaten Bekasi.

Yus Ismail, pria kelahiran Karawang , 1 Mei 1970 ini mengaku belajar menjadi penyiar secara otodidak tanpa latar belakang pendidikan broadcasting.

Meskipun belajar secara otodidak, Yus mengatakan Radio Annisa adalah radio ketujuh setelah sebelumnya ia menjadi penyiar di enam radio lain. Di antaranya, salah satu radio Karawang, radio di Purwakarta, radio di Sukabumi, Radio ADS, Radio DSK, lalu kembali ke radio di Karawang lagi dan kini di radio Annisa.

Yus sudah bekerja di radio Annisa sejak tahun 2007, sementara di Badar TV baru empat tahun. Perbedaannya, menurut Yus, radio ketujuh ini, radio Annisa, lebih religius saja daripada radio-radio sebelumnya.

Saat ditanya hal-hal yang paling berkesan selama siaran, Yus menjawab bahwa menjadi penyiar itu menjadi berkesan saat ia bisa memberikan motivasi kepada orang lain.

“Sebetulnya lebih membanggakan saat tahun 80-an, penyiar itu seperti artis dan dekat dengan masyarakat. Kalau di daerah, penghargaan masyarakat kepada penyiar radio itu luar biasa,” ungkap Yus kepada Redaksi.co.id di studio Radio Annisa, kemarin petang.

Meski mengaku bahwa pergeseran minat masyarakat akan siaran radio semakin hari semakin berkurang, terbukti, masyarakat kini lebih sering mendengar radio di mobil ketimbang mendengarkan di rumah.

Berbeda dengan zaman dulu. Namun Yus optimis radio tidak akan hilang meskipun gempuran media online dan media-media lainnya lebih gencar. Ia yakin radio akan tetap eksis.

Sebagai penyiar yang sudah lama malang melintang di dunia broadcasting, Yus juga membagi beberapa tips agar para pemula yang berminat mendalami dunia penyiaran (broadcast) supaya rajin-rajin mengikuti tren perkembangan zaman seperti perkembangan musik, infotainment, memperluas jangkauan pergaulan dan bisa bahasa Inggris.

“Kalau anak muda kan, lebih tahu perkembangan lagu. Kalau mereka diarahkan ke news agak susah,” ujar Yus.

Karena siaran radio itu ibarat angin lalu, karena tidak tercatat. Sekali siaran sulit untuk diulang kembali, jadi gaya siaran juga harus komunikatif dan imajinatif agar pendengar bisa merasakan lebih dari apa yang disampaikan penyiar.

Yus mencontohkan dengan zaman di mana Sandiwara Radio begitu terkenal dan diminati pendengar radio pada masanya.

“Kita harus lebih update dari pendengar, harus paling tahu,” lanjutnya.

Yus berharap siaran Radio Annisa dapat lebih luas, karena di Bekasi sendiri, stasiun radio masih tidak terlalu banyak.

“Ya pengen juga, sih, di Kabupaten Bekasi, kan, belum banyak radio. Dan Radio Annisa ini sudah 10 tahun ya sudah merasa menjadi milik keluarga kabupaten Bekasi,” pungkas Yus. (Usman/Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!