Anggota Komisi XI DPR Harap Menkeu Berani Hentikan Proyek yang Tak Dorong Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA Redaksi.co.id – Dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan (Menkeu) RI dengan Komisi XI DPR RI, kemarin (27/05/2015), Menteri Bambang Brojonegoro melaporkan mengenai Perkembangan Ekonomi dan Realisasi...

12 0

JAKARTA Redaksi.co.id
Dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan (Menkeu) RI dengan Komisi XI DPR RI, kemarin (27/05/2015), Menteri Bambang Brojonegoro melaporkan mengenai Perkembangan Ekonomi dan Realisasi APBNP 2015.

Terkait Mitigasi Risiko (Risk Mitigation) yang dalam hal ini adalah upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya dan dampak risiko, Menkeu memaparkan beberapa alternatif. Namun hal ini ditanggapi beragam para anggota Komisi XI yang memang membidangi Ekonomi dan Keuangan Negara.

Ir. Nurdin Tampubolon, anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura dalam kesempatan bicara mengatakan, agar Pemerintah berani menghentikan proyek-proyek (cut project) yang kurang mendukung langsung pertumbuhan ekonomi.

Salah satu alternatif soal mitigasi risiko terhadap APBNP 2015, pak Menkeu harus berani menghentikan proyek-proyek yang ternyata tidak bisa mendukung langsung pertumbuhan ekonomi. Misalnya, proyek-proyek yang tidak mampu menyerap tenaga kerja yang signifikan, kata Nurdin di ruang rapat.

Selain itu, Nurdin juga menyampaikan, agar dilakukan efisiensi biaya operasional dan perjalanan dinas di seluruh kementerian.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah efisiensi biaya-biaya operasional, seperti perjalanan dinas maupun rapat-rapat di hotel berbintang di setiap Kementerian. Jika seluruh Kementerian ditotal, itu nilainya cukup besar. Dan jika itu dilakukan efisiensi, ya cukup signifikan mengurangi pembelanjaan pegawai,” bebernya.

Menjawab pertanyaan Nurdin (diantara jawaban terhadap anggota lainnya-red), Menkeu Bambang Brojonegoro mengatakan, soal efisiensi sangat setuju.

“Soal efisiensi yang dikatakan pak Nurdin, kita sangat setuju. Namun untuk penghentian proyek, itu sudah menyangkut kebijakan politik. Ini bukan lagi ranah Pemerintah,” jawab Menkeu.

Namun, usai rapat, Nurdin yang ditanya kembali soal jawaban Menkeu atas usulan penghentian proyek itu mengatakan, jika dalam hal mandatory, penyelamatan keuangan Negara, itu bisa saja dilakukan. Apalagi jika ingin mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jadi begini. Jika itu sudah sifatnya mandatory, saya kira penghentian sementara proyek-proyek itu bisa dilakukan. Tentu di-reschedule lagi untuk tahun berikutnya. Prinsipnya kan menyelamatkan keuangan Negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” jelasnya di lobby Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dikatakan anggota DPR yang sudah 2 periode ini, justru kalau alasannya soal politis, maka itu bisa direspons.

“Justru kalau penghentian proyek-proyek itu disebut alasannya terkait kebijakan politik, maka Menkeu bisa saja bersurat ke Komisi XI DPR. Tentu kita akan respons,” tandasnya.

Sedangkan mempertegas kembali soal efisiensi biaya perjalanan dinas dan operasional pegawai seluruh Kementerian, Nurdin meyakini nilainya cukup besar.

“Jika efisiensi bisa dilakukan di keseluruhan Kementerian, itu bisa mencapai triliunan. Bahkan mungkin puluhan triliun. Termasuk badan dan lembaga lainnya,” paparnya.

Sementara menanggapi soal pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 5,2 persen, Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura ini mengamini optimisme Menkeu.

“Soal pertumbuhan ekonomi, saya kira masih realistis di angka 5,2 persen. Walaupun sementara terjadi perlambatan. Seperti yang disampaikan Menteri, dari APBNP 2015, masih sekitar 30 persen yang terserap. Namun, seiring waktu, jika makin besar terserap, maka roda perekonomian akan makin bergerak, dan pertumbuhan ekonomi akan tercapai,” jelasnya.

Bahkan mantan anggota MPR/DPD RI provinsi Sumut ini menegaskan, bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi faktor eksternal. Tidak murni disebabkan dari dalam negeri. Sehingga pertumbuhan ekonomi, masih bisa diharapkan meningkat, jika serapan anggaran APBNP mencapai 100 persen. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!