Polisi Periksa Penyiar Radio Dakta Terkait Beras Plastik

527

BEKASI Redaksi.co.id Setelah adanya beda hasil uji beras plastik antara Pemkot Bekasi yang merujuk pada Sucofindo dan Kepolisian yang merujuk pada BPOM, Kementerian Pertanian dan Bareskrim, Kamis (28/05/2015), Kepolisian Daerah Metro Jaya, Unit Kriminal Khusus Kepolisian Resor Kota Bekasi memeriksa Syifa Faradila, penyiar sekaligus produser Radio Dakta.

Penyidik Unit III Kriminal Khusus (Krimsus) Polresta Bekasi Kota masih mendalami kasus adanya peredaran beras sintetis di wilayahnya.

Selain memeriksa Dewi Septiani (29) warga Mustikajaya, Kota Bekasi yang melaporkan temuan itu, polisi juga memeriksa penyiar radio lokal Bekasi, Radio Dakta. Alasannya, media itu dianggap mengetahui peredaran beras plastik yang diperiksa polisi.

“Ada 20 pertanyaan yang diajukan ke saya terkait temuan beras plastik itu. Saya diperiksa sejak pukul 10.00 sampai pukul 15.00,” kata Syifa Faradila salah satu penyiar sekaligus produser Radio Dakta, Kamis (28/5/2015).

Syifa mengaku, awalnya bingung bisa dipanggil polisi untuk memberikan keterangan. Karena, sebagai seorang yang bekerja di media, sudah sepatutnya dia memberikan informasi kepada masyarakat tentang kabar yang saat itu tengah dibicarakan orang banyak.

“Saya sudah melaksanakan tugas sebagai penyiar radio,” katanya.

Menurutnya pemanggilan ini hanya sebagai saksi, dan baru pertama diminta. Syifa mengaku, selama berita beras plastik itu mencuat dirinya merasa sudah sesuai standar prosedur penyiaran. (Agus)

loading...

Comments

comments!