Masih Banyak Tempat Prostitusi Berkedok Panti Pijat

BEKASI Redaksi.co.id Mungin sudah menjadi hal yang biasa jika aparat tak terlalu gencar untuk menertibkan panti pijat yang ada di Kota maupun di Kabupaten Bekasi, karena...

32 0

BEKASI Redaksi.co.id Mungin sudah menjadi hal yang biasa jika aparat tak terlalu gencar untuk menertibkan panti pijat yang ada di Kota maupun di Kabupaten Bekasi, karena delik tindak pidana ringan.

Namun kali ini berbeda, praktek panti pijat plus-plus yang juga menawarkan kepuasan nafsu laki-laki hidung belang, masih terlihat tumbuh subur di sejumlah wilayah Kota Bekasi maupun di Kabupaten Bekasi.

Hal ini karena kurangnya pengawasan dari instansi terkait, terhadap wilayah yang di dalamnya terdapat banyak panti pijat esek-esek.

Salah satunya yakni panti pijat ‘Tradisional Sumber Sehat’ yang berlokasi di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yakni wilayah perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor yang digerebek oleh petugas Reskrim Polsek Setu.

“Penggerebekan tersebut berdasarkan laporan warga mengenai adanya panti pijat yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung,” kata Kepala Unit (Kanit) Reskrim Mapolsek Setu, Ipda Hotma Sitompul, kemarin.

Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan lima orang, yakni dua terapis SS (30) asal Sukabumi dan SR (38) asal Bumi Ayu, bersama si pemilik panti EI (46) asal Pekalongan, Jawa Tengah.

Sedangkan YN (35) karyawan asal Surabaya, ditangkap saat sedang bercinta dengan SN alias MN (40), laki-laki hidung belang warga Kampung Jati RT 02/01, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu.

“Saat digerebek di ruangan pijat, terapis YN hanya memakai kaos tanpa celana dalam, bersama dengan laki-laki hidung belang yang juga hanya mengenakan kaos,” kata Ipda Hotma Sitompul.

Kepada petugas, YN berkelit kalau dirinya hanya melayani terapis saja dan tidak pernah melayani tamu yang ingin berkencan dengannya. Setiap melakukan pemijatan kepada tamunya, YN mengaku dibayar sebesar Rp. 100ribu, tapi diluar pelayanan plus-plus lainnya.

“Untuk pijat saja Rp. 100ribu. Hasilnya dibagi rata berdua sama Mami. Kalau layanan plus-plusnya sudah ada dari beberapa hari,” kata YN.

Lanjut Ipda Hotma Sitompul, sang pemilik bisnis ini, EI yang dijuluki Mami mengaku tidak tahu-menahu perihal layanan plus-plus yang dilakukan oleh anak buahnya.

Menurutnya, selama ini dirinya hanya meminta anak buahnya hanya melakukan pemijatan, dan tanpa ada pelayanan plus-plus.

“Padahal kan sudah jelas, anggota memergoki terapis itu sedang bercinta di kamar pijat bersama laki-laki hidung belang,” papar Ipda Hotma Sitompul.

Ditambahkan Ipda Hotma Sitompul, bagi kedua pelaku yang kepergok mesum, diberikan pembinaan dan menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi berbuatan yang sama kembali.

Selain itu, petugas juga mendata seluruh identitas
(KTP) keduanya.

“Tapi jika masih melakukan hal serupa, maka kita akan berkoordinasi oleh dinas terkait untuk menutup dan mencabut izin usahanya,” tegas Ipda Hotma Sitompul.

Dari data yang berhasil dihimpun, di lokasi panti pijat ‘Tradisional Sumber Sehat’ tarif jasa pijat dikenai biaya sebesar Rp. 100ribu, sedangkan untuk jasa layanan seks dikenai biaya sebesar Rp. 200ribu. (Usman/Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!