Danjen Kopassus Apresiasi Kapolres Sukoharjo, Atas Bantuan Fakta Bentrok Anggota Kopassus dengan TNI AU

JAKARTA Redaksi.co.id - Danjen Kopassus, Mayjen TNI, Doni Monardo mengapresiasi bantuan fakta yang diberikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rivai, terkait peristiwa bentrok antara anggota Kopassus Grup...

118 0

JAKARTA Redaksi.co.id –
Danjen Kopassus, Mayjen TNI, Doni Monardo mengapresiasi bantuan fakta yang diberikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rivai, terkait peristiwa bentrok antara anggota Kopassus Grup 2 Kandangmenjangan, Kartasura, Sukoharjo dengan anggota TNI AU di Kafe Bimo, Sukoharjo Jawa Tengah.

Atas peristiwa ini, secara pribadi maupun secara institusi, saya mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rivai. Karena beliau sangat membantu Kopassus untuk segera mengambil tindakan,” ungkap Doni Monardo kepada Redaksi.co.id, Selasa malam (02/06-2015), di Jakarta.

Dikatakan Doni, berdasarkan laporan yang diterima sebelum terjun ke lokasi, peristiwa bentrok itu terjadi Senin (01/06/2015) dinihari. Sementara siang hari, pimpinan Grup 2 Kopassus baru dapat laporan, dan mulai melalukan pengusutan.

“Sore harinya, Kapolres Rivai memberikan kepada pihak Kopassus rekaman CCTV dari TKP. Berdasarkan itulah pimpinan Grup 2 Kopassus langsung melakukan interogasi terhadap sejumlah anggota yang diduga terlibat. Dalam waktu beberapa jam setelah peristiwa, sudah diketahui siapa-siapa yang terlibat bentrok,” bebernya.

“Jadi, sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih dan sangat menghargai bantuan informasi dari Kapolres Sukoharjo, pak Andy Rivai. Karena berdasarkan rekaman CCTV dari TKP itulah, pihak kita bisa cepat melakukan penyelidikan internal dan dapat kesimpulan,” imbuhnya.

Hingga kini, menurut Doni, Kopassus sudah menyerahkan 5 orang anggotanya yang diduga terlibat bentrok, kepada pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom) Solo, untuk ditindaklanjuti.

“Kita sudah serahkan limaorang anggota ke Denpom, untuk dilakukan penyelidikan,” lanjutnya.

Ditanya seberapa berat hukuman yang diberikan, karena ada pihak yang meninggal, Doni mengatakan, itu sudah ada aturan hukum dan mekanisme yang mengaturnya.

“Itu sudah ada aturan hukum dan mekanismenya. Yang jelas, setiap anggota yang terlibat bentrok, apalagi menyebabkan pihak lain sampai meninggal, harus mempertanggungjawabkannya secara hukum dan moril. Soal ringan beratnya hukuman, sudah ada hukum militer yang mengaturnya,” tandasnya.

Dikatakan mantan Danpaspampres ini, tergantung juga nanti bagaimana keputusan POMDAM Diponegoro, Jawa Tengah. Namun atas peristiwa tersebut, Danjen Kopassus telah meminta maaf kepada TNI AU, dan sudah melaporkannya kepada Kasad.

Di sisi lain, Doni mengatakan, Kopassus bertanggungjawab untuk pengobatan para korban luka hingga sembuh. Sementara bagi keluarga anggota TNI AU yang meninggal, diberikan santunan.

“Selaku komandan, saya bertanggungjawab secara administratif dan risiko lainnya. Namun secara hukum, masing-masing yang terlibat harus bertanggungjawab. Kopassus juga bertanggungjawab atas biaya pengobatan para korban luka hingga sembuh. Dan bagi keluarga yang meninggal, kita mengucapkan turut belangsungkawa, dan kita berikan santunan,” jelasnya.

Komandan berpostur tinggi besar inipun berjanji, akan mengevaluasi jajarannya. Khususnya mengenai penempatan personil pimpinan Dan Grup 2, dan akan mencari solusi soal pengendalian para anggota ke depan. Karena menurutnya, faktor lokasi markas yang sangat berdekatan dengan pemukiman warga masyarakat itu juga mengandung godaan.

Sebagaimana dikabarkan, empat anggota TNI AU menjadi korban pengeroyokan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (01/06/2015) dinihari. Salah satu di antaranya meninggal. TNI AU menyebut pelaku pengeroyokan adalah oknum anggota Kopassus.

Korban meninggal adalah Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU. Dia dinyatakan meninggal pukul 21.30 WIB, Senin (01/06/2015), di RSUP Hardjolukito Yogyakarta.

Jenazahnya dipulangkan ke rumah duka di Jalan Nusa Dua RT 12 RW 4, Ciracas, Jakarta Timur siang ini.

Sedangkan seorang korban lainnya bernama Pelda Teguh Prasetyo saat ini masih dirawat di RSUP Hardjolukito Yogyakarta. Sementara dua orang lainnya berada di Solo.

Diketahui, para anggota TNI AU yang terlibat perkelahian itu adalah alumnus Sekolah Bintara (Smaba) angkatan ke 96 Lanud Adi Soemarmo yang sedang berada di Solo untuk melakukan reuni. Usai reuni mereka melepas penat dan mencari hiburan di karaoke Bima di Solobaru. Sejurus kemudian, terjadilah pertikaian yang menimbulkan bentrok fisik. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!