Korban Perahu Eretan Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id Nasib malang menimpa Erman Suyono (41), warga Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera (BAS), Bekasi, JawaBarat.Korban ditemukan tak bernyawa dalam peristiwatenggelamnya perahu penyebrangan (eretan)...

20 0

BEKASI Redaksi.co.id Nasib malang menimpa Erman Suyono (41), warga Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera (BAS), Bekasi, JawaBarat.Korban ditemukan tak bernyawa dalam peristiwatenggelamnya perahu penyebrangan (eretan) di Kali Bekasi, Rabu (03/06/2015).

Saat kejadian terdapat tujuh orang penumpang dan empat sepeda motor yang hendak menyebrangi kali Bekasi. Baru berjalan beberapa meter, perahu tersebut terbalik. 6 berhasil selamat, namun nasib berbeda dialami oleh Erman.

Proses pencarian dilakukan oleh Tagana kota Bekasi, BPBD kota Bekasi, Polsek Babelan dan Polresta Kabupaten Bekasi. Usai melakukan pencarian selama satu hari lebih, tim SAR menemukan jasad Erman sekitar 1 kilometer dari lokasi terbaliknya perahu penyebrangan tersebut.

“Korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari titik kordinat perahu terbalik. Tubuh korban terdampar di pinggir Kali Bekasi dengan kondisi telungkup,” ujar Budi Sutrisno, petugas yang menemukan jasad korban kepada wartawan, Kemarin.

Budi menambahkan, dirinya sempat tak yakin melihat jasad korban yang timbul ke atas permukaan air. Ia bersama rekan-rekannya pun bergegas melakukan pengecekan terhadap jasad itu.

“Awalnya, saya tidak yakin dengan temuan itu. Di pinggir kali tampak terlihat seperti punggung yang sudah membengkak dan menghitam. Saya terus menyisir Kali Bekasi meninggalkan lokasi jasad, kira-kira satu jam baru kembali lagi lokasi tersebut. Baru sadar kalau itu jasad korban yang tenggelam,” kata Budi.

Sementara dihubungi terpisah Kapolsek Babelan Kompol Krinton Sitanggang mengaku masih mendalami penyebab tenggelam kapal tersebut. Lebih lanjut sebagai tindak prefentif ia akan berkordinasi dengan RT/RW dan lurah setempat.

“Pemda yang semestinya melakukan evaluasi terkait safety perahu eretan ke depannya. Selanjutnya sesuai aturan lokasi kejadian kita pasang garis polisi. Sedangkan para ABK dan nahkoda perahu, kita telah periksa hanya dimintai keterangan saja,” kata Krinton.

Hasil pemeriksaan ABK dan juru kemudi, perahu eretan tersebut berumur 42 tahun. Selama ini tak pernah mendapati musibah kecelakaan seperti ini.

“Menurut penuturan ABK, selama 42 tahun mereka mengoperasikan eretan ini, baru kali terjadi peristiwa seperti ini,” katanya.

Tidak ada unsur kriminal di sini, hanya ada kelalaian saja informasi sempat menjadi simpang siur lantaran pihaknya tak tahu jumlah korban akibat musibah tersebut.

“Setelah sepeda motor yang tenggelam, kita angkat ke atas lalu kita cari identitas pemilik sepeda motor tersebut. Dari situ, diketahui korban hilang satu orang sementara penumpang lainnya dapat diselamatkan,” tandasnya.

Jenazah sendiri telah dimakamkan sore tadi. Kepergian korban diiringi tangis dan doa dari kerabat maupun saudara. (Usman/Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!