2 Pekan Jabat Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Daniel Bolly Ditantang Kasus Perampokan Bersenpi

BEKASI Redaksi.co.id - Hanya berselang 14 hari setelah Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menjabat sebagai pucuk pimpinan di Polresta Bekasi Kota, kawanan perampok...

42 0

BEKASI Redaksi.co.id – Hanya berselang 14 hari setelah Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menjabat sebagai pucuk pimpinan di Polresta Bekasi Kota, kawanan perampok menggunakan senjata api (senpi) merajalela beraksi di tiga minimarket dalam waktu kurang dari satu jam.

Diduga, komplotan perampok bersenpi ini merupakan kelompok sama yang beraksi pada Jumat (05/06/2015) subuh.

Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menggantikan Kombes Pol Rudi Setiawan pada 22 Mei 2015 lalu atau baru dua pekan lamanya. Meski begitu, Daniel Tifaona berharap kepada warga Kota Bekasi agar tidak khawatir dan tetap waspada.

Kejadian ini, membuat pihaknya mengintensifkan patroli terutama menjelang dini hari hingga menjelang matahari terbit.

“Dari aksi ini, kita akan meningkatkan pengawasan di lapangan. Sebab aksi kejahatan cenderung berubah dari malam hari menjadi dini hari hingga subuh,” ujar Daniel Tifaona, Jum’at (05/06/2015).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi waktu di saat rawan kejahatan.

“Jangan kita patroli justru di jam yang tenang,” imbuhnya.

Menurut kapolresta Bekasi Kota, pelaku perampokan subuh tadi, para pelaku melancarkan aksinya dengan cepat dan terorganisir.

“Berdasarkan hitungan, mereka beraksi kurang dari satu jam,” katanya.

Daniel juga tidak membantah pelaku yang beraksi di tiga minimarket berasal dari komplotan yang sama. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi dan rekaman closed circuit television (CCTV), menunjukkan pelakunya mempunyai ciri-ciri yang sama.

Kepolisian menduga, para pelaku menggunakan senjata api rakitan dengan jenis senpi adalah glock bukan revolver. Dia mengimbau kepada pengelola minimarket agar meningkatkan keamanan di minimarket terutama yang beroperasi selama 24 jam.

Selain itu, peran serta masyarakat dalam melapor kepada pihak kepolisian sangat diperlukan.

“Begitu ada kejadian, masyarakat diharap cepat melapor agar bisa langsung ditangani,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tadi subuh terjadi perampokan dengan menggunakan senpi di tiga lokasi Alfamart. Pertama di Alfamart Jalan Raya Siliwangi-Narogong, Kecamatan Rawa Lumbu, sekitar pukul 04.00 WIB.

Di lokasi pertama ini, kawanan perampok diduga berjumlah enam orang dengan mengendarai tiga sepeda motor. Mereka berhasil menggasak uang tunai Rp. 20 juta yang tersimpan di meja kasir dan brankas toko.

Dari Rawa Lumbu ini, diduga kuat para pelaku memencar menjadi dua kelompok yang masing-masing beranggotakan tiga orang. Komplotan ini memisah menjadi dua kelompok diperkirakan
saat melintas di perempatan Komsen, Jatiasih.

Satu kelompok mengarah ke Jalan Raya Wibawa Mukti, Jatiasih, dan kelompok lainnya menuju Jalan Raya Jatimakmur, Pondokgede. Polisi mendapat informasi perampokan minimarket di Jalan Raya Wibawa Mukti pada pukul 04.30 WIB.

Kemudian mendapat kabar perampokan minimarket di Jalan Raya Jatimakmur pada pukul 04.35 WIB.

Dari keterangan para saksi di dua minimarket itu, diketahui terdapat kemiripan ciri-ciri pelaku. Diduga, merupakan orang yang sama saat beraksi pada minimarket pertama di Jalan Siliwangi-Narogong.

Salah satu karyawan minimarket di Jalan Raya Wibawa Mukti, Inu (21), pelaku berjumlah tiga orang, dua di antaranya masuk ke dalam minimarket sedangkan satu orang bersiaga di luar toko. Di tempat ini, mereka melancarkan modus dengan berpura-pura buang air kecil di toilet minimarket. Tak disangka, pelaku malah menodongkan pistol.

“Pelaku menodongkan pistol dan saya enggak berani melawan,” kata Inu.

Di lokasi ini, perampok berhasil menggasak uang tunai Rp. 29 juta. Sedangkan, minimarket di Jalan Raya Jatimakmur, Pondokgede juga disatroni tiga pelaku. Di tempat ini perampok menggondol uang tunai Rp. 48 juta yang disimpan di dalam brankas.
Aksi perampokan yang terjadi di minimarket Jalan Raya Jatimakmur, Pondokgede ini tidak terekam CCTV karena kondisi rusak.

Sedangkan, Kanit Reskrim Polsek Pondokgede, AKP Ardyan Yudo Setyantono, mengatakan pelaku yang beraksi di Jatimakmur-Pondokgede adalah kawanan yang sama dengan di wilayah Narogong, Rawa Lumbu.

“CCTV di toko Jatimakmur memang rusak namun dalam penyelidikan, kita cocokan pada CCTV di Bekasi Timur dan penglihatan saksi ternyata terdapat ciri-cirinya sama,” imbuhnya.

Kini, kasus perampokan yang terjadi di wilayah hukum di tiga polsek ini, telah ditangani anggota Reskrim Polresta Bekasi Kota untuk memburu para pelaku. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!