Siswa SD Pengasinan 8 Tewas Saat Ikut Ekskul Renang

533

BEKASI Redaksi.co.id – Nasib malang menimpa Johansen (9) bocah kelas 3 SD Pengasinan 8 Kec Rawalumbu.kegiatan ekstrakulikuler renang SDN Pengasinan 8 di Kolam Renang Bintang Sport, Mustika Jaya. Bocah ini tewas saat mengikutikegiatan ekstrakulikuler renang SDN Pengasinan 8 di Kolam Renang Bintang Sport, Mustika Jaya, kemarin.

Korban diduga mengalami kejang-kejang saat berenang di kolam kedalaman satu meter. Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

“Waktu itu guru pembimbing sudah meminta anak-anak kelas 3 D untuk naik dari kolam renang,” ujar Kepala Sekolah, Yati Suryati, Senin (08/06/2015).

Ketika seluruh siswa telah sepenuhnya naik. Johansen tiba-tiba menghilang dari pengawasan guru pendamping, tak lama setelah itu korban didapati sudah meninggal di kolam renang.

“Saya sudah tanya kepada guru pendamping, dia bilang sudah mengabsen anak-anak tersebut sebelum pulang. Saya sendiri kaget begitu mendengar ada anak didik kami yang meninggal saat ekskul berenang.” papar Yati.

Dijelaskan Yati kalau kedalaman air di kolam Renang tersebut lebih rendah di banding tinggi badan anak.

“Kalau dibandingkan kolamnya dengan si anak, lebih tinggi badan anak tersebut,” paparnya.

Johansen Naibaho adalah putra Marlon Brando Naibaho (41) dan Ny.Herna Hutabarat (39), yang saat ini tinggal di Perumahan Griya Mustikasari Blok D1 No 15 RT.002 RW.09 Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Sementara dikonfirmasi terpisah Kanit Reskrim Polsek Bantar Gebang Iptu Eko Wisnu Setiawan mengatakan anak dalam pengawasan pihak sekolah. Hasil pemeriksaan beberapa saksi mengatakan korban mengalami kejang-kejang.

“Ketika itu dia mengalami kejang-kejang di kolam, pihak pengawas kolam renang sendiri sempat membawa ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” ujar Eko.

Eko mengaku kesulitan lantaran pihak keluarga belum beri keputusan untuk proses otopsi. Sejauh ini ada tiga saksi yang tengah diperiksa di Polsek Bantar Gebang.

“Dua penjaganya, dan satu guru pendamping. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tandasnya. (Agus/Pandi)

loading...

Comments

comments!