Cegah DBD, Kades Hurip Jaya, Kabupaten Bekasi Lakukan Fogging

307

BEKASI Redaksi.co.id – Kepala Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Yakup, lakukan pemfoggingan untuk mencegah mewabahnya nyamuk malaria, lantaran sekarang ini sudah memasuki musim pancaroba, Senin (08/06/2015).

Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Bekasi dan sekitarnya akhir-akhir ini, mengharuskan kita waspada terhadap datangnya penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, penyakit infeksi baru dan penyakit yang ditransmisikan media air dan pangan.

Penyakit yang ditularkan nyamuk antara lain demam berdarah, chikungunya, filariasis, malaria, radang otak dan japanase enchepalitis.

Peningkatan suhu ternyata mempengaruhi bionomic atau perilaku menggigit dari populasi nyamuk, kegiatan reproduksi nyamuk berubah yang ditandai dengan perkembangbiakan nyamuk yang makin cepat dan masa kematangan parasit dalam nyamuk makin pendek.

Intergovermental Panel on Climate Chage (IPCC) menyebutkan di Indonesia, insiden Demam berdarah dapat meningkat tiga kali lipat pada tahun 2070.

Chikunginya, penyakit yang semula hanya di Afrika sekarang sudah ada di Indonesia. Iklim yang ekstrim juga ternyata memicu munculnya penyakit lama maupun baru seperti SARS, avian influenza, ebola, west nile virus, hantaan virus, japanase enchepalitis dan lain-lain.

Oleh karena itu, pencegahan merupakan jalan terbaik untuk menghambat berjangkitnya penyakit Demam Berdarah.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cara untuk mencegah panyakit Demam Berdarah.

Untuk mencegah mewabahnya nyamuk DBD, kami melakukan pemfoggingan di wilayah Desa Hurip Jaya, karena belakangan musim sudah tidak menentu, kadang panas, kadang hujan, ujarnya.

Menurut Yakup, pemfoggingan tersebut dilakukan satu kali dalam sebulan, bergilir untuk setiap lingkungan RW, dan menghabiskan bahan bakar solar sebanyak 50 liter.

Kami lakukan sekali dalam sebulan disetiap lingkungan RW, untuk fogging sendiri menghabiskan 50 liter solar, serta obat bubuk, terangnya.

Ini upaya desa sendiri, dan tidak ada bantuan yang diberikan oleh pihak puskesmas padahal sudah kami suratin.

Fogging ini kita lakukan sendiri, dan kami sudah
menyurati pihak puskesmas untuk melakukan
pemfoggingan tetapi hingga saat ini belum juga
direalisasikan, jelasnya.

Yakup menambahkan, biasanya puskesmas memberikan bantuan pemfoggingan manakala ada warga desa yang terkena penyakit DBD.

Ya kita melakukannya sebelum ada warga yang terkena DBD, ungkapnya. (Usman/Agus)

loading...

Comments

comments!