Gudang Obat Ilegal di Bekasi Junctions Digerebek Petugas BPOM

BEKASI Redaksi.co.id - Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Bandung menyita sekitar 100 obat berbagai merk yang ilegal dan kadaluarsa di Lantai Under Ground Blok...

9 0

BEKASI Redaksi.co.id – Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Bandung menyita sekitar 100 obat berbagai merk yang ilegal dan kadaluarsa di Lantai Under Ground Blok S nomor 249-252 Bekasi Junction, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (09/06/2015).

Selain itu, petugas juga mengamankan lima orang yang diduga sebagai pelaku penjualan obat ilegal tersebut ke pasaran. Diduga obat-obat ini masih dipasarkan kepada masyarakat.

Menurut Kepala Seksi Penyidikan Balai Besar POM Bandung, Edi Kusnadi, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut terhadap kelima orang tersebut. Salah satunya di antaranya merupakan pemilik gudang obat ilegal tersebut.

“Kita masih dalami peran mereka termasuk omzet usaha, masih dalam pemeriksaan petugas,” kata Edi kepada para wartawan di lokasi penggerebekan, Selasa (09/06/2015) petang.

Edi mengatakan, para pelaku sudah beroperasi sejak lima bulan lamanya. Edi menjelaskan, lokasi penggerebekan di Bekasi Junction hanya dijadikan sebagai tempat penyimpanan obat saja.

“Sedangkan mereka menjual obat tersebut di apotek-apotek sekitar Bekasi,” kata Edi.

Edi menambahkan, dalam penggeberekan kali ini, pihaknya menggandeng dua instansi lainnya yakni personel Polda Jawa Barat dan Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Untuk kepentingan penyidikan, kini kelima pelaku telah dibawa ke Mapolda Jawa Barat.

“Kita belum melakukan pemeriksaan terhadap pelaku karena kelimanya telah dibawa ke Polda Jawa Barat untuk diperiksa,” ungkap Edi..

Kasus peredaran obat ilegal ini terungkap berkat informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas mereka di dalam mal tersebut.

Para pelaku sering melakukan bongkar muat barang di gudang tersebut dengan kuantitas yang cukup besar. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan mendapati peredaran obat yang telah kadaluarsa dan tidak memiliki izin edar dari BPOM.

“Semua barang bukti ini langsung disita petugas,” pungkas Edi. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!