Di Jawa Tengah, 136 Sungai Tercemar

327

SEMARANG Redaksi.co.id – Sebanyak 136 sungai yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dalam kondisi tercemar, sehingga membahayakan kehidupan manusia.

Pengamat lingkungan hidup, Prof Sudharto P Hadi mengatakan, pencemaran sungai tersebut akibat sampah domestik dari rumah tangga dan limbah industri.

Dari data yang ada, sebanyak 136 sungai di Jateng tercemar sampah domestik dan industri, sehingga kalau airnya dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan manusia, katanya, di sela media gathering menjelang Kongres Sungai Indonesia 2015 di Hotel Kesambi Hijau, Semarang, Kamis (11/06/2015).

Sungai yang tercemar itu, menurut Darto, antara lain Sungai Babon, Banjir kanal Kota Semarang, Bengawan Solo, serta Pekalongan. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah, karena masih membuang kotoran dan sampah ke sungai.

Ibaratnya, mau mencari barang apa saja ada di sungai, karena hampir semua sampah dibuang ke sungai, tandas mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini lagi.

Meski banyak pabrik mengklaim sudah membuat instalasi pembungan air limbah (ipal), tapi kenyataan masih banyak perusahaan yang membuang limbah ke aliran sungai sekitar pabrik.

Untuk industri ini perlu dilakukan audit lingkungan untuk memastikan tidak membuang limbah ke sungai. Bila terbukti melakukan pencemaran air, perlu dilakukan penindakan hukum, ujarnya.

Darto menambahkan, perlu segera dilakukan langkah penanganan pencemaran sungai, untuk mengembalikan kualitas air untuk kehidupan manusia lebih baik.

Ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi semua pihak terkait, masyarakat dan pengusaha perlu terlibat, tukasnya.

Sementara itu, guna mewujudkan sungai sebagai pusat peradaban bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia, pemerintah akan menggelar Kongres Sungai Indonesia (KSI) di Banjarnegara.

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengatakan, KSI dijadwalkan berlangsung pada 26-30 Agustus 2015, mencakup pameran sungai Indonesia, gelar seni dan budaya, serta Festival Serayu dan Serayu Expo.

KSI, yang rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo rencananya dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan akademisi, birokrasi, aktivis, dan tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga adat seluruh Indonesia, paparnya.

loading...

Comments

comments!