Kapolresta Bekasi : Saya Akan Ungkap Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Kota Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id Kepala Kepolisian Resort (Kapolresta) Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona berjanji menangkap tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan aktor intelektual...

16 0

BEKASI Redaksi.co.id Kepala Kepolisian Resort (Kapolresta) Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona berjanji menangkap tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan aktor intelektual pengeroyok wartawan surat kabar harian lokal Radar Bekasi, Randy Prayogo.

Saya akan ungkap kasus kekerasan yang menimpa wartawan di Kota Bekasi, termasuk korban kekerasan yang di alami Randy. Saya tidak pandang bulu. Siang ini juga saya berjanji untuk segera mungkin ditelusurin, ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Daniel Bolly Tifaona, Kamis (11/06/2015).

Meskipun baru satu bulan menjabat sebagai Kapolresta Bekasi, ia menyatakan sikap tegasnya kepada setiap pelaku kejahatan dan berpegang teguh pada landasan hukum.

Bagi dia, tidak ada ampun bagi siapa saja yang melanggar hukum di wilayah yang dipimpinnya.

Ada yang bilang aktor intelektualnya anggota dewan. Kami masih mengumpulkan bukti untuk kasus ini, karena kami bertindak berdasarkan bukti. Jangankan anggota dewan, Danjen Kopassus saja pernah saya tangkap. Apalagi cuma anggota dewan, tegasnya.

Masih kata Daniel, siapapun pelakunya harus diusut tuntas, karena bagi dia wartawan adalah partner kepolisian. Dari laporan yang diterimanya, Daniel menyebutkan bahwa masih ada pelaku pengeroyokan terhadap Randy yang sudah masuk DPO.

Saya tidak takut, benar kita katakan benar, dan salah, kita katakan salah. Saya sampaikan, kepolisian tidak akan pernah berhenti mencari pelaku lainnya. Apabila si pelaku sudah masuk di DPO, berarti semua polres yang ada di Indonesia sudah memilik daftar si DPO tersebut, katanya.

Daniel menghimbau, DPO kasus pengeroyokan terhadap wartawan Radar Bekasi untuk segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian dimanapun berada.

Menurutnya, orang yang masuk DPO, hidupnya tidak tenang dan pasti berpindah-pindah.

Sampai kapan hal itu bisa dilakukan, sebaiknya segera menyerahkan diri agar proses hukum dapat diperingan, ketimbang ditangkap saat buron, hukum yang dia terima akan bertambah berat, pungkasnya. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!