62 Karung Uang Tak Layak Ditemukan Warga di Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id - Warga Kampung Rawabacang RT06 RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, digegerkan penemuan 62 karung berisi potongan uang kertas pecahan Rp...

34 0

BEKASI Redaksi.co.id – Warga Kampung Rawabacang RT06 RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, digegerkan penemuan 62 karung berisi potongan uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Karung uang itu ditemukan warga tergeletak di sebuah lahan kosong milik Ading (50) pada Jum’at (12/06/2015) malam hari.

“Ada karung yang sudah terbuka, isinya uang kertas pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu yang sudah terpotong-potong kecil,” ujar Erna (34), warga setempat.

Erna mengatakan, awalnya ia terkejut saat sejumlah anak-anak memainkan pecahan uang Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu.

“Salah seorang anak mengatakan ia menemukan potongan uang di dalam karung di kebon kosong milik Pak Ading,” kata Erna.

Kemudian, Erna melaporkan penemuan itu ke ketua RT setempat dan petugas kepolisian Polsek Pondok Gede dan Polresta Bekasi Kota.

Warga lainnya, Mat Romli (56) mengatakan, sekitar seminggu yang lalu ada sebuah mobil pick up berwarna hitam yang dinaiki 2 orang pria dan meminta izin kepadanya untuk membuang sampah.

“Waktu itu sekitar 6 hari yang lalu ada orang izin membuang sampah. Saya bilang boleh, asalkan jangan sampah basah. Tapi katanya itu sampah kering,” kata Mat Romli.

“Yang buang itu bilang kalau sampahnya dari daerah Celepuk, Jatimakmur. Cuma itu aja yang saya ingat,” imbuh Romli.

Sementara Kapolsek Pondok Gede, Kompol Muhamad Daffi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga tentang potongan uang pecahan Rp. 100 ribu dan Rp. 50 ribu yang dibuang di lahan kosong milik warga.

“Setelah kami cek ternyata benar. Untuk memastikan uang itu palsu atau tidak kami langsung berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia,” kata Muhamad Daffi.

Sementara, Aswin Kusatali, Kepala Tim Penanggulangan Pemalsuan Uang Bank Indonesia (BI) yang turun ke lokasi mengakui potongan uang itu milik instansinya. Uang itu sengaja dihancurkan karena rusak dan sudah tidak layak edar lagi.

“Uang itu asli, tapi karena sudah tidak layak pakai dihancurkan dan dibuang,” kata Aswin.

Menurut dia, potongan uang itu sangat kecil. Satu lembar uang terpotong dalam puluhan bagian. Penghancuran uang itu juga sudah biasa dilakukan. Biasanya uang itu langsung di buang ke tempat pembuangan sampah.

“Inilah yang masih akan kita tanyakan lagi kepada pihak ketiga, kenapa sampai di sini,” pungkas dia.

Hingga Jum’at dini hari, puluhan karung potongan uang kertas itu masih tercecer di lokasi dan menjadi tontonan warga. Polisi juga telah tiba di lokasi dan memasang garis polisi. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!