3 Karyawan Pembuang 62 Karung Uang di Bekasi Diperiksa Polisi

BEKASI Redaksi.co.id Anggota Reskrim Polsek Pondokgede masih menyelidiki penemuan 62 karung berisi uang kertas asli pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000 di Kampung Rawabacang RT06 RW07,...

18 0

BEKASI Redaksi.co.id Anggota Reskrim Polsek Pondokgede masih menyelidiki penemuan 62 karung berisi uang kertas asli pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000 di Kampung Rawabacang RT06 RW07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hingga saat ini, belum diketahui motif pelaku membuang puluhan karung berisi cacahan uang asli yang tidak layak edar tersebut di lahan kosong milik warga.

“Kami belum ketahui motif pelaku. Meski telah kami periksa tiga orang saksi namun kami masih butuh keterangan dari petugas BI (Bank Indonesia) yang berkompeten terhadap pembuangan tersebut,” ujar Kapolsek Pondokgede, Kompol M Dafi Bastomi, Senin (15/06/2015).

Dia menjelaskan, pihaknya telah memeriksa ketiga saksi yakni dua karyawan dari PT Multi Clean yaitu rekanan BI atau pihak ketiga yang berwenang memusnahkan cacahan uang kertas tersebut. Serta, satu karyawan dari PT URG Trade Resik yang berperan sebagai sopir berinsial YM.

“Rupanya mereka memang telah mengantongi surat jalan dari BI. Surat tersebut menyatakan kalau mereka harus membuang di TPST Bantargebang, Kota Bekasi,” ujar Dafi

PT Multi Clean menunjuk PT URG sebagai subkontraktor. Kepolisian mengatakan, puluhan karung berisi cacahan uang adalah uang asli yang tidak layak edar.

“Uang tersebut memang uang asli yang tidak layak edar dan ada kebijakan BI untuk memusnahkan uang tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan, PT Multi Clean diberi wewenang untuk membuang potongan uang yang sudah tidak layak edar dan telah dicacah dengan menggunakan mesin pemotong kertas ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi bukan di sembarang tempat sehingga ada kesalahan adminitrasi yang dilakukan oleh pihak ketiga ini.

Dia melanjutkan, sejak Minggu (14/06/2015) malam pihaknya telah memeriksa dua karyawan dari PT Multi Clean dan seorang karyawan dari PT URG. Mereka diketahui pelaku yang membuang potongan uang di lahan kosong milik warga.

“Hingga kini, kita masih dalami untuk mengetahui motif dan penyebab mereka membuang potongan uang itu,” ungkapnya.

Dugaan sementara mereka sengaja membuang di lokasi tersebut karena TPST Bantargebang saat itu penuh antrean agar menghemat waktu, mereka membuangnya di sembarang tempat, lahan milik warga.

Menurut Kapolres Kota Bekasi, Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona, Pelaku pembuang serpihan 62 karung uang asli di Kampung Rawabacang, Bekasi, tak bisa di jerat pasal pidana. Kasus ini kemungkinan akan ditangani dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan membuang sampah sembarangan.

“Belum ada penyelesaian secara hukum, maka kemungkinan akan ditangani dengan Perda larangan membuang sampah,” kata Daniel Bolly Tifaona. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!