Digelar, Simulasi Atasi Demo PLTU Sluke

920

REMBANG (warterdeka.com) – Puluhan warga masyarakat Desa Leran Kecamatan Sluke yang berada di sekitar lokasi PLTU Selasa (16 Juni 2015) melakukan aksi demo. Aksi demo itu dipicu gara-gara tidak berfungsinya mesin peghisap debu (Precipitator) yang menyebabkan debu batubara bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap itu menimbulkan debu hitam hingga mengotori lingkungan warga setempat.

Berdasarkan pantauan Redaksi.co.id dalam aksi itu selain melakukan orasi, massa juga membakar pos keamanan dan melempari satpam dengan batu. Dituasi siang itu semakin memanas setelah Kepala Desa gagal mencapai kesepakatan dengan pihak perwakilan PLTU.

Massa terus merangsek masuk ke lokasi PLTU hingga menembus blokade anggota dalmas aksi saling dorong dan adu jotos antara anggota dalmas dan massapun sempat terjadi. Massa berhasil didorong mundur setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata.

Ini merupakan skenario pengamanan obyek vital nasional milik PT PLN Persero yang di oprasikan oleh PT Pembangkit. Jawa Bali (PJB).Kegiatan simulasi peningkatan kesiapsiagaan ini dilaksanakan oleh PT PJB UBJOM Rembang bekerjasama dengan Polda Jateng Brimob Pati Jibom Pati Polres Rembang dan Polsek Sluke ini dilakukan guna mengantisipasi dalam mengahadapi ancaman gangguan keamanan baik internal maupun eksternal,terang Farid Supriadi PH General Manager PJB.

Dalam simulasi nampak aparat juga melakukan penangkapan terhadap sejumlah warga yang melakukan aksi pelemparan dan memprofokasi warga untuk bersikap oanarkisye, termasuk upaya pembebasan warga asing yang sempat disandera. (Hasan)

loading...

Comments

comments!