KPK akan Kembali Hadapi Praperadilan Mantan Wali Kota Makassar

JAKARTA Redaksi.co.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali menghadapi praperadilan yang diajukan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.Pengajuan praperadilan ini diajukan Ilham atas langkah...

20 0

JAKARTA Redaksi.co.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali menghadapi praperadilan yang diajukan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Pengajuan praperadilan ini diajukan Ilham atas langkah KPK yang kembali menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Makassar tahun 2006-2012 beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Komisioner KPK, Indriyanto Seno Adji, menyatakan KPK menghormati langkah Ilham yang kembali mengajukan praperadilan.

Menurutnya, hal itu merupakan hak setiap warga negara termasuk tersangka korupsi. Dikatakan, sebagai lembaga, KPK akan mengikuti proses tersebut sesuai hukum yang berlaku.

“Atas permohonan praperadilan IAS (Ilham Arief Sirajuddin) KPK tetap akan mengikuti proses ini sesuai aturan hukum yang berlaku saja,” kata Indriyanto saat dikonfirmasi, Rabu (17/06/2015).

Indriyanto menjelaskan, terbitnya surat perintah penyidikan (sprindik) baru atas tersangka Ilham dilakukan KPK berdasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meluaskan objek praperadilan.

Dalam halaman 106 putusan tersebut, penegak hukum diperbolehkan untuk membuka kembali penyidikan.

“Kami hanya melaksanakan amanah putusan MK untuk membuka Sprindik lagi,” jelasnya.

Ilham diketahui kembali mengajukan permohonan praperadilan melawan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Permohonan praperadilan itu didaftarkan Ilham pada Selasa (16/06/2015) kemarin dengan nomor perkara 55/PEN.PRAP/2015/PN.JKT.SEL.

Diberitakan, Ilham ditetapkan sebagai tersangka sejak setahun lalu tepatnya pada 7 Mei 2014 atau pada hari terakhir menjabat sebagai Walikota Makassar.

Ilham diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi PDAM Makassar tahun 2006-2012 yang merugikan keuangan negara hingga Rp. 38,1 miliar.

Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Ilham belum pernah diperiksa oleh penyidik KPK. Atas penetapan tersangka terhadap dirinya, Ilham mengajukan permohonan praperadilan kepada PN Jaksel.

Hakim tunggal Yuningtyas Upiek Kartikawati yang memimpin persidangan mengabulkan gugatan praperadilan Ilham dengan menyebut penetapan tersangka yang dilakukan KPK tidak sah.

Dalam putusannya, Upiek menyatakan, KPK selaku termohon tidak dapat mengajukan bukti-bukti dalam persidangan yang menunjukkan kalau penetapan tersangka terhadap Ilham berdasar dua alat bukti yang cukup.

Dengan putusan ini, Sprindik terhadap Ilham yang dikeluarkan KPK pada 2 Mei 2014 tidak sah. Namun, pada Rabu (10/6) lalu, KPK resmi menerbitkan sprindik baru terhadap Ilham Arief Sirajuddin. Dengan demikian, Ilham kembali menyandang status tersangka.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!