LKBH-ICMI Bekasi Prihatin Usaha Maksiat Berkedok Spa dan Panti Pijat Makin Marak

BEKASI Redaksi.co.id Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (LKBH-ICMI) Bekasi, Abdul Chalim Soebry mengatakan, Kapolres Bekasi Kota dan Pimpinan Daerah tidak boleh...

34 0

BEKASI Redaksi.co.id Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (LKBH-ICMI) Bekasi, Abdul Chalim Soebry mengatakan, Kapolres Bekasi Kota dan Pimpinan Daerah tidak boleh diam terhadap tempat kegiatan yang menyediakan atau memfasilitasi kemaksiatan di Kota Bekasi.

Unsur Muspida harus menjaga dan memberikan keamanan bagi umat islam di Kota Bekasi, terlebih lagi mau menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan ini tanpa ada kegiatan kemaksiatan, ujarnya, Selasa (16/06/2015).

Sambung Abdul Chalim Soebry, sikap ini jangan hanya ketika mau menyambut bulan suci Ramadhan, tapi berlaku juga dihari dan bulan lainnya. Sebelumnya juga sudah sering kita suarakan, bahwa tempat-tempat usaha kemaksiatan dengan berbagai macam kedok seperti Spa dan Panti Pijat terselubung marak di Kota Bekasi.

Kalo sekarang kerna awal puasa, mungkin mereka sementara menutup tempat usahanya dulu, tapi khwatirnya di pertengahan atau setelah lebaran, mereka kembali lagi menjalankan usahanya, kata Abdul.

Masih kata Abdul, Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) juga jangan menutup mata dengan keadaan ini, kalau persoalan ini dibiarkan maka akan terus berkembang dan menjamur di Kota Bekasi dan tingkat keamanan dan kejahatan pun akan meningkat masyarakat pun menjadi tidak nyaman.

Jangan sampai karena masyarakat sudah cape bersuara, tapi tidak ditanggapi ini akan menjadi catatan dan jangan salahkan jika masyarakat akan turun tangan sendiri, tegasnya.

Abdul Chalim Soebry menambahkan, Kita berharap jangan hanya bertindak pada bulan suci Ramadhan, tapi kita menginginkan pemerintah setempat segera mengecek dan mendata tempat-tempat usaha, jika menyalahi aturan segera segel dan ditutup.

Pemerintah setempat jangan bilang tidak tahu, kita aja masyarakat tahu dimana tempat-tempat yang menyediakan kemaksiatan di Kota Bekasi ini. Jadi tidak ada alasan pemerintah bilang tidak tahu, tandas Abdul Chalim yang juga Ketua Bidang Hukum DDII/Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Bekasi. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!