Merasa Diperas, Lucky Hakim Polisikan Kader PAN Bekasi

277

JAKARTA Redaksi.co.id –
Anggota DPR RI, Lucky Hakim (Fraksi PAN), laporkan dua orang kader PAN (Partai Amanat Nasional) Kota Bekasi, yang diduga memerasnya.

Menurut Lucky, kedua kader tersebut sebenarnya merupakan tim suksesnya, kala dirinya mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Walikota (berpasangan dengan Calon Walikota Dadang Mulyadi) tahun 2013 lalu. Demikian juga ketika Lucky bertarung ke Legislatif DPR RI, kedua orang tersebut menurutnya ada di lingkarannya.

Namun, belakangan kedua orang tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman, karena semakin sering minta uang. Dan bahkan mengancam akan membeberkan soal ijasah palsu, dan segala rahasia Lucky. Setelah konsultasi dengan pengacaranya, akhirnya Lucky melapor ke Polda Metro Jaya.

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap kedua orang tersebut. Kedua pelaku dituding memeras Lucky.

“Korban diancam akan dibeberkan rahasia, salah satunya soal pemalsuan ijazah, pajak dan perceraian korban,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/06/2015).

Kedua pelaku tersebut adalah, Ruslan Siregar (44) dan Afrizal (35) yang ditangkap setelah korban dan polisi memancingnya di Rest Rustiq di Plaza Senayan, Jakarta Pusat.

“Tadi kita pancing kemudian kedua pelaku berhasil kita tangkap berikut barang buktinya,” imbuhnya.

Keduanya memeras Lucky dengan jumlah yang cukup banyak. Salah satunya hingga puluhan juta rupiah.

“Sebelumnya sudah dikasih Rp 10 juta. Sekarang minta lagi Rp 60 juta,” ucap Krishna.

Kedua pelaku kemudian digiring ke Markas Polda Metro Jaya dengan pengawalan ketat Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan Kompol Buddy Towoliu. Dari dua pelaku, polisi menyita uang tunai senilai 2 ribu USD dan Rp 10 juta.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah pengurus PAN dan simpatisan di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bekasi, awal Juni lalu menyatakan sikap kekecewawaannya terhadap Lucky. Alasannya, Lucky sulit dihubungi, dan tidak terlihat niat membesarkan partai.

Kalau menghubungi dia (Lucky) susahnya sudah seperti menghubungi presiden aja. Dengan kondisi seperti itu bagaimana mungkin bicara pembesaran partai. Makanya, kami setelah berdiskusi dengan teman-teman PAN lainnya, sepakat akan terus menggalang penolakan terhadap wacana dicalonkannya kembali Lucky sebagai calon walikota. ucap Ketua DPC PAN Jatiasih Afrizal, Senin (01/06/2015).

Bahkan Afrizal mengancam akan memobilisir gerakan anti Lucky Hakim, dan pengumpulan tandatangan tandatangan dukungan penolakan Lucky di Pilkada mendatang.

“Kami, kader dan simpatisan PAN di Bekasi akan mengumpulkan tandatangan dukungan penolakan jika Lucky Hakim dicalonkan lagi di Pilkada. Gerakan pengumpulan tandatangan penolakan, Insya Allah akan mulai berjalan mulai minggu depan,” tandasnya.

Senada dengan Afrizal, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Cabang (MPPC) PAN Bekasi Selatan, Ruslan Siregar, mengatakan, Lucky sudah tidak layak dicalonkan lagi karena elektabilitas dia terus menerus turun.

“Ada hasil survey dari sebuah lembaga survey nasional, tingkat masyarakat untuk memilih (elektabilitas) Lucky terus merosot di kisaran 17-20 persen. Ini artinya, kekecewaan masyarakat Bekasi sudah menurun, berbeda dengan saat dia ikut Pilkada tahun 2012 lalu.” tutup Ruslan.

Naas, kedua orang yang bicara di Bekasi tersebut tak lain adalah mereka yang ditangkap polisi kemarin. Tampak perseteruan antar kader PAN ini terindikasi saling balas dendam. Namun masyarakat juga masih menunggu, siapa yang benar diantara mereka. (DANS/Agus)

loading...

Comments

comments!