Peluru Nyasar di Bekasi, Pelaku Dapat Dikenakan Sanksi Pidana

BEKASI Redaksi.co.id Anggota Polsek Pondokgede, Polresta Bekasi Kota terus melakukan penyelidikan asal-usul peluru tajam yang bersarang di punggung Rian Eriawan (10). Polisi juga mengungkapkan berdasarkan hukum...

39 0

BEKASI Redaksi.co.id Anggota Polsek Pondokgede, Polresta Bekasi Kota terus melakukan penyelidikan asal-usul peluru tajam yang bersarang di punggung Rian Eriawan (10). Polisi juga mengungkapkan berdasarkan hukum yang berlaku, penembak peluru nyasar itu bisa dikenai sanksi pidana.

Rian Eriawan, bocah berumur 10 yang tinggal di rumah kontrakan, Jalan Gamprit II Ujung, RT05 RW14, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengerang kesakitan setelah tertembak peluru tajam saat bermain play station (PS), Selasa (16/06/2015).

Hingga saat ini, kepolisian telah memeriksa sedikitnya empat saksi terkait kejadian tersebut.

“Kami telah memeriksa beberapa saksi, ada sekitar empat orang antara lain pengurus RT dan RW,” ujar Kapolsek Pondokgede, Kompol M Dafi Bastomi, Kamis (18/06/2015).

Kompol M Dafi Bastomi menjelaskan, keempat saksi yang telah diperiksa yakni WB, SM, NS dan AT. Dalam kesaksian, beberapa saksi telah menemukan proyektil peluru di sekitar lokasi kejadian.

“Sedangkan, Rian dan keluarganya belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit Polri Kramat Jati,” kata Dafi.

Diduga, bocah ini menjadi korban penembakan peluru nyasar jenis senjata laras panjang yang jangkauannya mencapai 1 kilometer.

Dafi menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan bantuan penyelidikan pada Puslabfor Mabes Polri untuk mengetahui jenis peluru dan jenis senjata yang digunakan.

“Namun belum bisa disimpulkan jenis peluru dan jenis senjatanya,” ungkapnya.

Kesimpulan sementara, peluru tersebut berasal dari senjata yang digunakan sebagai latihan perang. Terhadap pelaku ini, kata Dafi, dapat dikenakan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain menderita luka berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!