Disdik Kota Bekasi Siap Alihkan Pengelolaan SMA dan SMK ke Pemprov Jabar

Anggota DPRD Prov Jabar Waras Wasisto: Saya Mendukung PenuhBEKASI Redaksi.co.id Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, masih mendalami tahapan kebijakan terkait pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan...

12 0

Anggota DPRD Prov Jabar Waras Wasisto: Saya Mendukung Penuh

BEKASI Redaksi.co.id Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, masih mendalami tahapan kebijakan terkait pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan diambil alih oleh Pemerintah Jawa Barat.

Secara umum Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyatakan kesiapannya melaksanakan ini. Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Bekasi melakukan tahap-tahapan yang akan dipersiapkan untuk proses pengambilalihan pengelolaan tersebut.

“Proses ini sudah dilalui melalui beberapa tahapan. Teknis tahapan sudah dimulai dengan pendataan termasuk mendata aset sekolah,” ujar Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Latief Nurbaya, Kamis (18/06/2015).

Latief Nurbaya menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mendata pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), jumlah murid SMA dan SMK, aset sekolah serta pembiayaan dari setiap kabupaten dan kota.

“Bulan Mei kemarin, telah dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Tim Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.

Terkait kesiapan Kota Bekasi menjalankan kebijakan baru ini, Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyatakan kesiapannya melaksanakan ini.

“Kebijakan ini bukan kebijakan Pemerintaah Kota Bekasi. Sejauh ini Provinsi Jabar merupakan provinsi yang paling progresif dalam implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda). Jika itu amanat UU dan peraturan lainnya, tidak ada alasan untuk menolak,” imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan catatan, saat ini sekitar 149 kecamatan yang belum memiliki SMA dan SMK Negeri se-Jawa Barat. Untuk mengatasi ketertinggalan ini, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto, mendukung sepenuhnya kebijakan pengelolaan SMA dan SMK Negeri di seluruh Kabupaten dan Kota akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya rasa akan berjalan efektif karena anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih besar dibanding dengan kemampuan anggaran APBD kota atau kabupaten,” ujar anggota Komisi IV sekaligus Anggota Badan Anggaran DPRD Jawa Barat tersebut di Kota Bekasi.

Pengelolaan yang diambil alih tersebut antara lain, pembangunan infrastruktur sekolah dan anggaran operasional di tingkat SMA dan SMK.

“Nantinya, dinas pendidikan kota atau kabupaten setempat hanya berkonsentrasi dalam pengembangan pendidikan tingkat SD dan SMP saja,” kata Waras.

Dengan demikian, kata Waras, anggaran APBD kota kabupaten untuk dinas pendidikan akan lebih leluasa dan fokus dalam membangun program hanya di jenjang SD dan SMP saja.

“Kita berupaya, Jawa Barat akan di jadikan pilot project pengalihan wewenang yang mulai di laksanakan pada 2016 mendatang,” kata Waras.

Dia pun menilai selama ini, pengelolaan SMA dan SMK di Jawa Barat dinilai tumpang tindih dengan pemerintah Kabupaten atau Kota dengan pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

“Kalau untuk wilayah kota dan kabupaten yang pendapatannya (pendapatan asli daerah/PAD) tinggi, tidak ada masalah. Tapi bagaimana yang pendapatannya yang rendah? Untuk mengelola SD dan SMP saja mereka kesulitan, apalagi hingga jenjang SMA,” kata pimpinan Fraksi PDI-P DPRD Jawa Barat ini.

Padahal, menurut dia, berdasarkan amanat undang-undang, anggaran pendidikan di jatah mencapai 20 persen baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten atau kota.

“Kita semua berharap, alih kelola ini, dapat membuat wajah pendidikan di wilayah Jawa Barat semakin maju,” katanya.

Dia melanjutkan, berdasarkan tolak ukur penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang dijadikan indikator kesejahteraan hidup masyarakat, Jawa Barat menempati peringkat IPM 16 dari 33 provinsi di Indonesia.

“Sejak 2011 hingga saat ini, peringkat 16 tidak pernah berubah dari tahun sebelumnya,” imbuhnya. (Agus)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!